Programmer dan Laptop Bagus - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 10


Tapi gak apa-apa sih kalo aku ditanya begitu, aku pasti akan bantu. Karena aku mau jadi the real ahli IT. Avatar Jakup, pengendali laptop bagus, hape bagus, virus bagus dan hack cantik. 




Seorang programmer biasanya berasal dari jurusan IT seperti Ilmu Komputer/Teknik Informatika, Teknologi Informasi, Teknik Komputer, Sistem Informasi dan sebagainya. Namun tak sedikit juga programmer yang berasal dari jurusan di luar IT dan ada yang belajar sebagai otodidak. Setelah menjadi programmer biasanya seseorang tidak lagi mempertanyakan dia dari jurusan mana, tapi yang orang tau dia adalah ahli IT.

Memegang predikat sebagai ahli IT sejujurnya adalah hal yang berat. Bagaimana tidak, orang awam menganggap kesempurnaan seorang ahli IT itu bak seorang dewa. Seorang ahli IT bisa apa saja. Dari pengalamanku sebagai programmer, ada banyak pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya tidak berkaitan dengan pekerjaanku atau bahkan latar belakang pendidikanku di kuliah. Tapi itu tetap saja ditanyakan orang, karena mereka pikir programmer pasti tau itu. Apa saja pertanyaannya? Mari kita lihat.

1. Apa merek laptop bagus?
 
sumber gambar : buylovely.com
Ini adalah hal yang paling sering ditanyakan kepadaku. Jadi aku ini ibaratnya seorang konsultan laptop. Orang-orang sering ngechat menanyakan apa merek laptop yang bagus, yang tahan lama dan gak terlalu mahal. Sebenarnya aku juga gak tau juga perkembangan laptop secara update, makanya jadinya aku searching juga di google dengan keyword "merek laptop yang bagus, yang tahan lama dan gak terlalu mahal 20**". Dan tadaa, keluarlah hasilnya oleh asisten konsultanku , mbah gugel.

Di kampus dulu kami gak punya mata kuliah khusus tentang laptop yang bagus. Tapi paling yang ada sejarah komputer dsb. Tapi ya karena banyak yang bertanya, gak mungkin juga gak dijawab. Alhasil aku pun menjadi konsultan laptop.

2. Apa hape yang bagus?
sumber gambar : gizbot.com
Kalo ini adalah pertanyaan legend yang kedua, yang cukup sering ditanyakan. Ini malah sama sekali gak ada dipelajari di kampus dulu (memang karena kami dulu belum ada mata kuliah mobile programming) :D. Kalau ditanya hape apa yang bagus sekarang, ya sama aja sih treatmentnya kubuat dengan menanggapi kalo ada yang bertanya apa laptop bagus. Tinggal tanya juga sama asisten konsultanku dan voila, keluar hasilnya.

3. Bisa buat virus?
sumber gambar : kindness-is-contagious.com
Kalau yang ini pertanyaannya memang gak terlalu banyak ditanya, tapi ada yang nanya begitu juga samaku. Sebenarnya buat virus gampang-gampang susah. Kemarin saja, waktu aku ngoding sama kawanku di kantor, kami salah buat kode program. Dan alhasil, laptop temanku crash dan harus direstart pake tombol power :D

Ya ceritanya sama dengan awal mula virus dibuat. Katanya sih ya, virus dulu pertama kali tercipta gak sengaja. Itu dikarenakan kesalahan program. Tapi sekarang ini virus-virus diciptakan ya untuk maksud tertentu. Untuk merusak, mencuri, iseng, membuat antivirus *upss dan segala macam lainnya. Jadi kalo ditanya apa aku bisa buat virus? Bisa. Buat virus cinta yang bikin kamu klepek-klepek. :D

4. Bisa hack facebook?
sumber gambar : ytimg.com
Nah kalo ini yang nanya biasanya, kalo gak yang lagi kesal sama mantan ato yang lupa password facebook yang nanya gini. Selain facebook, biasanya banyak yang tanya juga bisa gak hack email. Ya sebenarnya facebook dan semacamnya itu gak gampang di hack sih. Soalnya programmernya aja juga berapa ribu. Beda lagi dengan ahli securitynya. Yah, siapalah aku bisa ngehack perusahaan sekelas facebook ato google.

Kalo disuruh ngehack pun palingan aku pake teknik hacking yang sehat, bersahabat dan legal. Gimana caranya? Ya klik aja forgot password ato forgot email. Setelah itu cobain lah satu-satu pertanyaan pendukung ato lain-lainnya. Kalo mau yang agak lebih ekstrim, bisa dicoba-coba aja masukkan password di akun yang mau dihack. Ya cobalah terus, paling sampe 10 kali percobaan udah dimarahi google.

Itulah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan kepada programmer tapi agak diluar konteks programming. Tapi gak apa-apa sih kalo aku ditanya begitu, aku pasti akan bantu. Karena aku mau jadi the real ahli IT. Avatar Jakup, pengendali laptop bagus, hape bagus, virus bagus dan hack cantik. :D Sampai jumpa di artikel selanjutnya :)

sumber gambar fitur : bsmknighterrant.org

-------------------------------FYI-----------------------------------------------
Artikel ini adalah bagian dari Blog Series "Pengalaman Sebagai Programmer".
Lihat artikel lainnya disini
---------------------------------------------------------------------------------

Hal Yang Biasa Didiskusikan Programmer - Pengalaman Sebagai Programmer 9


Gak tahu sih apakah semua programmer itu memang geek. Tapi aku merasakan kalau di kantor kami membahas tentang one piece atau game of throne, bisa sangat serius. Saking seriusnya, sampai malah kami bisa berdebat untuk sebuah fiksi.



Seperti yang sudah aku sampaikan di post sebelumnya, penting bagi programmer untuk saling berdiskusi. Diskusi dilakukan biasanya saat terjadi error atau ada masalah yang tidak bisa dihandle.  Namun bukan saat error saja seorang programmer dapat berdiskusi. Ada banyak hal yang dapat didiskusikan oleh sesama programmer, baik hal teknis ataupun hal lainnya.

Kalau aku di kantor cukup sering berdiskusi dengan rekan sesama programmer. Mulai dari hal yang penting sampai yang tidak penting sekalipun kami diskusikan. Itu terjadi karena diskusi yang dilakukan sehat serta bergizi. Wah bagaimana ya diskusi yang sehat dan bergizi ini? Oleh karena itu aku mau ceritakan beberapa pengalamanku saat berdiskusi dengan sesama programmer.

1. Diskusi tentang alur aplikasi
sumber gambar : picdn.net

Saat berdiskusi tentang alur aplikasi, hal yang penting adalah imajinasi dan simulasi. Karena saat berdiskusi tentang alur, harus memikirkan bagaimana agar saat pengguna memakai aplikasi ini nantinya, pengguna tidak bingung cara menggunakannya. Oleh karena itu saat berdiskusi tentang alur ini, seorang programmer harus memikirkan apa kira-kira yang dipikirkan dan akan dilakukan pengguna. Ya boleh dibilang seperti saat mendesain User Experience lah atau UX.

Alur aplikasi yang rumit yang pernah aku kerjakan adalah saat membuat aplikasi untuk manajemen data laporan masyarakat. Jadi satu laporan, akan berpindah kesana kemari dengan treatment yang berbeda-beda dari tiap pengguna. Jadi yang bikin lelah adalah imajinasinya, karena harus berpikir mulai dari si x melakukan ini, lalu dikirim ke si y. Setelah itu apa yang terjadi pada tampilan si x saat si ya sudah menerima laporan. Ah, aku pun jadi pusing juga memikirkannya :D

2. Diskusi tentang kode program
sumber gambar : prlog.org

Nah, kalau berdiskusi tentang kode program biasanya dilakukan kalau ada error dan kalau ada fitur yang membutuhkan teknik atau trik tertentu untuk membuatnya. Hal yang perlu diperhatikan disini adalah logika dan kesepahaman. Kalau kita yang sedang menjelaskan kode program kita kepada programmer lain, kita harus menjelaskan dengan sangat jelas dan juga logis, agar permasalahan kita dapat dimengerti oleh programmer lainnya. Dan saat kita mendengar penjelasan programmer lainnya pun, kita harus memperhatikan dengan seksama sembari mengecek logika dari ide yang disampaikan programmer lain kepada kita. Karena kalau sudah tidak nyambung, akan semakin sulit untuk menyelesaikan kode programnya.

3. Diskusi tentang sepakbola, film, one piece, game of throne dan lain lain
sumber gambar : imgur.com

Gak tahu sih apakah semua programmer itu memang geek. Tapi aku merasakan kalau di kantor kami membahas tentang one piece atau game of throne, bisa sangat serius. Saking seriusnya, sampai malah kami bisa berdebat untuk sebuah fiksi. Perdebatannya layak dishootingkan sebagai salah satu episode di Indonesia Lawyer Club. Tapi ya begitulah, karena sama-sama nyambung jadinya diskusinya jadi enak.

Selain berdiskusi tentang hal-hal yang geek, kami juga berdiskusi tentang hal umum lainnya. Dan malahan terkadang waktu untuk bekerja terkadang terpakai dengan berdiskusi. Namun karena pekerjaan juga jelas dikerjakan, jadinya tidak mengganggu.

Itulah macam-macam diskusi yang dilakukan oleh para programmer, dari apa yang aku alami sendiri. Satu hal yang terutama saat berdiskusi adalah tetap berpikiran positif. Kalau pikiran positif, walaupun dalam diskusi ada pro dan kontra, tapi pasti langsung dilakukan pengecekan saja melalui internet untuk mengetahui apa yang benar sebenarnya. Kalau pikiran sudah negatif, ya pasti cenderung memaksakan apa yang dipikiran tanpa mau mendengar apa yang orang lain sampaikan kepada kita.

sumber gambar fitur : moviepilot.com


-------------------------------FYI-----------------------------------------------
Artikel ini adalah bagian dari Blog Series "Pengalaman Sebagai Programmer".
Lihat artikel lainnya disini
---------------------------------------------------------------------------------


Ketika Programmer Lagi Suntuk Overflow - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 8


Aplikasi yang sudah kita buat dengan berteteskan darah serta mengucurkan air mata sehingga berhasil dibuat, dipandang sebelah mata dan paling parah disuruh ganti saja.



Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akhirnya jatuh juga. Peribahasa ini sebenarnya bukan peribahasa yang tepat untuk menggambarkan apa yang aku mau sampaikan. Tapi aku lagi kepikiran itu, ya aku buat ajalah :D. Yang aku maksud sebenarnya adalah, sesenang-senangnya kita mengerjakan sesuatu pasti ada waktu di mana kita merasa bosan atau suntuk. Kalo pekerjaan yang kita senangi aja pun kadang membosankan, apalagi kalo kita gak senang mengerjakannya?

Sama halnya dalam membuat program atau aplikasi, seorang programmer juga kadang merasa bosan atau suntuk. Dari yang aku rasakan, setidaknya ada beberapa hal yang membuat seorang programmer suntuk atau bosan. Mari kita lihat.

1. Koding gak jalan
sumber gambar : frankiesapartment.com
Emang koding ada kakinya? Memang gak sih, tapi yang dimaksud disini adalah saat kode program yang kita buat tidak berhasil dicompile, atau berhasil dicompile tapi malah error. Biasanya kalau sudah dikerjakan cukup lama, cari solusi tapi gak berhasil juga ya biasanya bikin suntuk. Untuk mengerjakannya pun jadi kurang berselera, karena sudah terlalu sering melihat error, error dan error.

2. Koding yang sudah selesai dirombak ulang (diubah total)
sumber gambar : ytimg.com
Hal ini sering terjadi saat ketemu dengan klien. Aplikasi yang sudah kita buat dengan berteteskan darah serta mengucurkan air mata sehingga berhasil dibuat, dipandang sebelah mata dan paling parah disuruh ganti saja. Itu adalah salah satu hal yang membuat programmer jadi malas melanjutkan aplikasi. Terkadang hal ini terjadi karena salah paham antara klien dan analis atau programmer. Tapi sering juga karena permintaan klien yang sering berubah, tergantung harga pisang di planet mars.

3. Aplikasi yang dibuat monoton
sumber gambar : papasemar.com
Dalam membuat aplikasi, salah satu yang membuat seorang programmer bersemangat adalah saat ada tantangan baru. Misalkan membuat aplikasi baru atau fitur baru. Tapi kalau aplikasi atau fitur yang dibuat sudah pernah dan si programmer tahu bahwa agak ribet membuatnya, pasti programmer jadi agak malas untuk memulai. Dan mengumpulkan semangatnya pun agak lama, karena cenderung sudah tahu bagaimana membuatnya tapi malas mengerjakannya. Biasanya kalau sudah yang begini, yang bisa menginsafkan cuma deadline.

4. Sudah lupa kode programnya
sumber gambar : brainlesstales.com
Biasanya seorang programmer selain membuat aplikasi yang baru, juga melakukan pengembangan atau perbaikan pada aplikasi yang pernah dibuat. Kalau seperti aku yang bekerja di konsultan, karena fokus pada banyak aplikasi, pengembangan dapat dimulai dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, walaupun aku yang membangun aplikasinya dari awal, tapi karena waktu pengembangannya sudah berada cukup lama dari waktu pembuatan, terkadang harus dipelajari lagi dari awal alur kodingnya.

Hal itu jadi bertambah sulit lagi, kalau gaya koding kita masih seperti di texas. Variabel dibuat sesuka hati, kurung kurawal dibuat tidak rapi, dan sebagainya. Kadang hal itu yang membuat kita tidak mengerti lagi apa yang pernah kita buat dulu. Dan itu adalah hal yang membosankan. Terlintaslah dalam pikiran "Kenapa gak rapi dulu kubuat ya".

Nah, demikianlah pengalamanku selama jadi programmer. Biasanya hal-hal itulah yang membuat aku malas koding, karena sudah suntuk atau bosan. Tapi apa gak ada obat suntuknya? Ada. Aku akan bahas di artikel selanjutnya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua ya. Sampai jumpa di waktu yang akan datang :)


-------------------------------FYI-----------------------------------------------
Artikel ini adalah bagian dari Blog Series "Pengalaman Sebagai Programmer".
Lihat artikel lainnya disini
---------------------------------------------------------------------------------

Tips Mencari Ide Saat Membangun Aplikasi - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 7


Aku sering melakukan hal ini dan sering cukup membuat orang disekitarku heran. Mereka bertanya-tanya mengapa aku berkeliling-keliling dalam ruangan. Biasanya aku melakukan itu untuk mempermudah menajamkan ide yang sudah aku punya


Pada saat membuat aplikasi, seorang programmer selalu membutuhkan ide-ide baru. Hal itu karena aplikasi bersifat dinamis, selalu membutuhkan pengembangan. Selain itu, saat ingin merealisasikan sebuah aplikasi pun, tidak segampang mengunakannya saat sudah jadi. Itulah yang kesalahpahaman yang sering terjadi antara programmer dan klien. Klien sering menganggap sebuah aplikasi gampang dibuat, karena menurut si klien gampang membuat aplikasinya.

Aplikasi populer seperti whatsapp dan media sosial facebook sering jadi bahan perbandingan klien untuk membuat aplikasi. Padahal facebook dan whatsapp itu pun tidak langsung jadi, melainkan melalui berbagai macam tahap, mulai dari tampilan yang sangat sederhana yang mungkin masih agak sulit menggunakannya, hingga sampai pada tampilan saat ini yang sudah sangat nyaman digunakan. Dalam proses pengembangan itulah ide-ide baru diperlukan.

Dari pengalamanku sebagai programmer, ada beberapa hal yang aku lakukan saat mencari ide-ide baru. Mulai dari hal yang normal, sampai yang kurang normal. :D Mari kita lihat.

1. Pelajari aplikasi lain

Cara ini adalah cara yang paling mudah dalam mencari ide-ide baru. Karena dalam aplikasi buatan orang lain, walaupun jenisnya sama namun bisa saja fitur-fitur yang dimiliki berbeda. Kalau aplikasinya web, biasanya aku langsung saja konsultasi dengan mbah gugel dan pasti akan keluar banyak link menuju aplikasi web yang pernah ada, yang mirip dengan yang sedang aku buat. Sedangkan kalau aplikasinya android, aku biasanya cari ke google play langsung. Disana lebih gampang mencarinya, karena sudah ada screenshot serta video tentang aplikasi tersebut. Juga, di bagian bawah ada rekomendasi aplikasi yang sejenis sehingga jadinya lebih mudah lagi mencari aplikasi lainnya.

2. Pelajari logika fitur aplikasi yang sering digunakan

Pasti kita semua punya aplikasi yang sering kita gunakan serta mudah cara menggunakannya. Itu dikarenakan  aplikasi tersebut sudah dikembangkan senatural mungkin, sesuai dengan psikologis manusia. Nah saking mudahnya menggunakannya, seringkali juga kita tidak bertanya-tanya kenapa fitur dalam aplikasi itu dibuat begitu.

 Walaupun tidak serupa dengan aplikasi yang sedang kita buat, tapi seringkali kita bisa mendapatkan ide dari aplikasi tersebut juga. Karena terkadang terdapat fitur yang sama juga, walaupun aplikasinya berbeda.

3. Diskusikan dengan teman 

Kalau ini adalah gabungan kedua cara diatas. Mengapa aku katakan demikian? Karena saat berdiskusi dengan teman, kita sering mendiskusikan dari aplikasi-aplikasi yang pernah kita gunakan atau pelajari sebelumnya. Berdiskusi dengan teman juga akan membuat ide menjadi lebih tajam, karena kita bisa saling menyampaikan apa kelebihan atau kekurangan dari ide yang didiskusikan. 

Selain itu, saat berdiskusi dengan teman kita bisa jadi lebih gampang berpikir. Itu dikarenakan, saat kita mendengarkan pandangan orang lain tentang sebuah ide,maka kita akan membandingkan dengan ide yang kita punya.

4. Berjalan keliling dan lihat sekitar

Inilah cara yang aku katakan kurang normal diatas tadi. Aku sering melakukan hal ini dan sering cukup membuat orang disekitarku heran. Mereka bertanya-tanya mengapa aku berkeliling-keliling dalam ruangan. Biasanya aku melakukan itu untuk mempermudah menajamkan ide yang sudah aku punya. Mungkin saat duduk dan menatap layar komputer, cukup membuat lelah sehingga saat mendapatkan ide, jadi kurang fresh mengekplorasinya. Tapi saat mulai berjalan berkeliling dan melihat objek yang berbeda dari layar komputer, akhirnya pikiran jadi lebih fresh. Mungkin begitu sih ya :D

Itulah beberapa hal yang sering aku lakukan saat mencari ide saat membangun aplikasi. Mungkin ada banyak cara lain, tapi paling tidak hal-hal diatas sangat membantuku saat butuh ide baru.

sumber gambar : freepik.com 


-------------------------------FYI-----------------------------------------------
Artikel ini adalah bagian dari Blog Series "Pengalaman Sebagai Programmer".
Lihat artikel lainnya disini
---------------------------------------------------------------------------------


Tips Saat Bertemu Dengan Klien - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 6



Aku pernah punya pengalaman membuat sebuah aplikasi dalam satu malam, karena ada keperluan mendadak dari si klien yang meminta tolong membuatkan aplikasi dalam 1 hari




Dalam menjahit pakaian, seorang penjahit  biasa mengerjakan pekerjaannya dalam beberapa cara. Yang pertama adalah menjahit pakaian sesuai standar si penjahit. Jadi maksudnya, pakaian yang dibuat oleh si penjahit adalah pakaian yang sudah sesuai dengan mode saat ini dan dengan ukuran yang sudah ditentukan pula oleh si penjahit. Yang kedua adalah, menjahit pakaian sesuai permintaan klien. Klien bisa menyampaikan bagaimana model pakaian yang ingin dijahitkan. Kedua hal itu berlaku juga bagi seorang programmer.

Seorang programmer pasti punya beberapa portofolio aplikasi yang pernah dibuat. Aplikasi itu bisa saja aplikasi yang memang dibuat sendiri oleh sang programmer sesuai dengan manfaat yang telah dipikirkan oleh si programmer. Kalau aku pernah buat aplikasi proposal di android, karena aku kepikiran saja kalau bisa buat proposal di android jadi lebih gampang untuk berjualan. Jadi aku buat karena keinginan sendiri dan bukan karena permintaan klien. Nah, selain itu seorang programmer juga pasti punya portofolio aplikasi yang dibuat sesuai dengan permintaan klien. Dan di artikel ini, kita akan befokus pada hal itu.

Sebagai seorang programmer di perusahaan konsultan, aku sering mengerjakan aplikasi yang merupakan permintaan klien. Perjumpaan dengan klien akan sering dilakukan mulai dari berdiskusi tentang detail seperti apa aplikasi akan dibangun, sampai saat aplikasi sudah selesai dikerjakan. Dari perjumpaan dengan klien tersebut, ada banyak hal yang menjadi pengalaman yang baik bagiku dan aku mau bagikan dengan kita semua. Seperti apa, mari kita lihat.

Persiapan materi sebelum bertemu klien
 
sumber gambar : littlegatepublishing.com
Persiapan yang dilakukan disini maksudnya bukan persiapan seperti berpakaian rapi atau supaya tidak begadang agar tidak telat saat berjumpa klien. Tapi persiapan tentang apa yang akan dibicarakan dengan klien.

Biasanya sebelum bertemu, kita sudah dapat gambaran apa yang akan didiskusikan dengan klien. Oleh karena itu, kita mencari tahu informasi tentang rencana aplikasi yang akan didiskusikan tersebut. Hal ini penting, karena klien yang kita jumpai umumnya ada 2 jenis.

 Yang pertama, jenis klien yang awam teknologi. Klien seperti ini biasanya, berpikir sederhana saja dan tidak terlalu teknis. Jadi saat berdiskusi dengan mereka, kita harus menyampaikan istilah-istilah teknis dengan bahasa yang sederhana. Terkadang banyak klien yang menganggap membuat aplikasi itu adalah hal yang mudah. Oleh karena itu seorang programmer yang bersentuhan langsung dengan klien, harus bisa menjelaskan bagaimana sebenarnya aplikasi itu dibuat dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh klien dan bukan dengan bahasa pemrograman.

Jenis klien yang kedua, adalah klien yang paham teknologi. Klien yang seperti ini biasanya bisa sama pahamnya, lebih paham atau merasa paham dengan dunia pembuatan aplikasi. Kalau kita tidak persiapan, bisa-bisa kita bisa jadi malu sendiri saat berdiskusi dengan mereka. Oleh karena itu, kita harus persiapan terlebih dahulu agar proses diskusi dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada yang dipermalukan. :D

Banyak-banyak bersabar
sumber gambar : kokbelshear.blogspot.com

Hal ini menurutku penting untuk dilakukan sebelum bertemu dengan klien. Mengapa? Karena banyak hal yang tidak terduga yang sering terjadi saat bertemu dengan klien. Saat bertemu dengan klien, klien bisa meminta banyak sekali permintaan dan seringkali permintaan tersebut tidak sesuai dengan dana yang dimiliki oleh si klien. Ada juga klien yang awalnya bertemu tidak mau terlalu perduli dengan bagaiaman aplikasi ini akan dibangun. Tapi setelah aplikasi selesai dibangun, si klien malah memberikan banyak sekali revisi terhadap aplikasi tersebut, karena merasa tidak sesuai dengan apa yang di dalam pikirannya.

Oleh karena itu, kita perlu banyak-banyak bersabar saat bertemu klien. Aku pernah punya pengalaman membuat sebuah aplikasi dalam satu malam, karena ada keperluan mendadak dari si klien yang meminta tolong membuatkan aplikasi dalam 1 hari. Kami menyebutnya dengan proyek pembuatan candi prambanan, karena teringat dengan kisah Bandung Bondowoso yang membangun 1000 candi dalam satu malam. Setelah perjuangan yang begitu mengantukkan karena tidak tidur, akhirnya aplikasi pun selesai kami buat dan berhasil diinstalasi di komputer klien. Tapi toh respon klien biasa-biasa saja menganggap itu hal yang wajar.

Wah kalau kami tidak bersabar, sebenarnya sudah kami kutuk si klien jadi aplikasi dan bukan candi. Tapi karena kami tidak punya kemampuan itu, alhasil kami mengomel-ngomel saja sebelum tidur, karena sudah lelah begadang.

Itulah beberapa pengalamanku, saat bertemu dengan klien. Semoga ada faedah yang dapat diambil dari pengalaman ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya :)

sumber feature image : searchengineland.com

-------------------------------FYI-----------------------------------------------
Artikel ini adalah bagian dari Blog Series "Pengalaman Sebagai Programmer".
Lihat artikel lainnya disini
---------------------------------------------------------------------------------

Programmer dan Laptop Bagus - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 10

Tapi gak apa-apa sih kalo aku ditanya begitu, aku pasti akan bantu. Karena aku mau jadi the real ahli IT. Avatar Jakup, pengendali laptop...