Tips Mencari Ide Saat Membangun Aplikasi - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 7


Aku sering melakukan hal ini dan sering cukup membuat orang disekitarku heran. Mereka bertanya-tanya mengapa aku berkeliling-keliling dalam ruangan. Biasanya aku melakukan itu untuk mempermudah menajamkan ide yang sudah aku punya


Pada saat membuat aplikasi, seorang programmer selalu membutuhkan ide-ide baru. Hal itu karena aplikasi bersifat dinamis, selalu membutuhkan pengembangan. Selain itu, saat ingin merealisasikan sebuah aplikasi pun, tidak segampang mengunakannya saat sudah jadi. Itulah yang kesalahpahaman yang sering terjadi antara programmer dan klien. Klien sering menganggap sebuah aplikasi gampang dibuat, karena menurut si klien gampang membuat aplikasinya.

Aplikasi populer seperti whatsapp dan media sosial facebook sering jadi bahan perbandingan klien untuk membuat aplikasi. Padahal facebook dan whatsapp itu pun tidak langsung jadi, melainkan melalui berbagai macam tahap, mulai dari tampilan yang sangat sederhana yang mungkin masih agak sulit menggunakannya, hingga sampai pada tampilan saat ini yang sudah sangat nyaman digunakan. Dalam proses pengembangan itulah ide-ide baru diperlukan.

Dari pengalamanku sebagai programmer, ada beberapa hal yang aku lakukan saat mencari ide-ide baru. Mulai dari hal yang normal, sampai yang kurang normal. :D Mari kita lihat.

1. Pelajari aplikasi lain

Cara ini adalah cara yang paling mudah dalam mencari ide-ide baru. Karena dalam aplikasi buatan orang lain, walaupun jenisnya sama namun bisa saja fitur-fitur yang dimiliki berbeda. Kalau aplikasinya web, biasanya aku langsung saja konsultasi dengan mbah gugel dan pasti akan keluar banyak link menuju aplikasi web yang pernah ada, yang mirip dengan yang sedang aku buat. Sedangkan kalau aplikasinya android, aku biasanya cari ke google play langsung. Disana lebih gampang mencarinya, karena sudah ada screenshot serta video tentang aplikasi tersebut. Juga, di bagian bawah ada rekomendasi aplikasi yang sejenis sehingga jadinya lebih mudah lagi mencari aplikasi lainnya.

2. Pelajari logika fitur aplikasi yang sering digunakan

Pasti kita semua punya aplikasi yang sering kita gunakan serta mudah cara menggunakannya. Itu dikarenakan  aplikasi tersebut sudah dikembangkan senatural mungkin, sesuai dengan psikologis manusia. Nah saking mudahnya menggunakannya, seringkali juga kita tidak bertanya-tanya kenapa fitur dalam aplikasi itu dibuat begitu.

 Walaupun tidak serupa dengan aplikasi yang sedang kita buat, tapi seringkali kita bisa mendapatkan ide dari aplikasi tersebut juga. Karena terkadang terdapat fitur yang sama juga, walaupun aplikasinya berbeda.

3. Diskusikan dengan teman 

Kalau ini adalah gabungan kedua cara diatas. Mengapa aku katakan demikian? Karena saat berdiskusi dengan teman, kita sering mendiskusikan dari aplikasi-aplikasi yang pernah kita gunakan atau pelajari sebelumnya. Berdiskusi dengan teman juga akan membuat ide menjadi lebih tajam, karena kita bisa saling menyampaikan apa kelebihan atau kekurangan dari ide yang didiskusikan. 

Selain itu, saat berdiskusi dengan teman kita bisa jadi lebih gampang berpikir. Itu dikarenakan, saat kita mendengarkan pandangan orang lain tentang sebuah ide,maka kita akan membandingkan dengan ide yang kita punya.

4. Berjalan keliling dan lihat sekitar

Inilah cara yang aku katakan kurang normal diatas tadi. Aku sering melakukan hal ini dan sering cukup membuat orang disekitarku heran. Mereka bertanya-tanya mengapa aku berkeliling-keliling dalam ruangan. Biasanya aku melakukan itu untuk mempermudah menajamkan ide yang sudah aku punya. Mungkin saat duduk dan menatap layar komputer, cukup membuat lelah sehingga saat mendapatkan ide, jadi kurang fresh mengekplorasinya. Tapi saat mulai berjalan berkeliling dan melihat objek yang berbeda dari layar komputer, akhirnya pikiran jadi lebih fresh. Mungkin begitu sih ya :D

Itulah beberapa hal yang sering aku lakukan saat mencari ide saat membangun aplikasi. Mungkin ada banyak cara lain, tapi paling tidak hal-hal diatas sangat membantuku saat butuh ide baru.

sumber gambar : freepik.com 


-------------------------------FYI-----------------------------------------------
Artikel ini adalah bagian dari Blog Series "Pengalaman Sebagai Programmer".
Lihat artikel lainnya disini
---------------------------------------------------------------------------------


Tips Saat Bertemu Dengan Klien - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 6



Aku pernah punya pengalaman membuat sebuah aplikasi dalam satu malam, karena ada keperluan mendadak dari si klien yang meminta tolong membuatkan aplikasi dalam 1 hari




Dalam menjahit pakaian, seorang penjahit  biasa mengerjakan pekerjaannya dalam beberapa cara. Yang pertama adalah menjahit pakaian sesuai standar si penjahit. Jadi maksudnya, pakaian yang dibuat oleh si penjahit adalah pakaian yang sudah sesuai dengan mode saat ini dan dengan ukuran yang sudah ditentukan pula oleh si penjahit. Yang kedua adalah, menjahit pakaian sesuai permintaan klien. Klien bisa menyampaikan bagaimana model pakaian yang ingin dijahitkan. Kedua hal itu berlaku juga bagi seorang programmer.

Seorang programmer pasti punya beberapa portofolio aplikasi yang pernah dibuat. Aplikasi itu bisa saja aplikasi yang memang dibuat sendiri oleh sang programmer sesuai dengan manfaat yang telah dipikirkan oleh si programmer. Kalau aku pernah buat aplikasi proposal di android, karena aku kepikiran saja kalau bisa buat proposal di android jadi lebih gampang untuk berjualan. Jadi aku buat karena keinginan sendiri dan bukan karena permintaan klien. Nah, selain itu seorang programmer juga pasti punya portofolio aplikasi yang dibuat sesuai dengan permintaan klien. Dan di artikel ini, kita akan befokus pada hal itu.

Sebagai seorang programmer di perusahaan konsultan, aku sering mengerjakan aplikasi yang merupakan permintaan klien. Perjumpaan dengan klien akan sering dilakukan mulai dari berdiskusi tentang detail seperti apa aplikasi akan dibangun, sampai saat aplikasi sudah selesai dikerjakan. Dari perjumpaan dengan klien tersebut, ada banyak hal yang menjadi pengalaman yang baik bagiku dan aku mau bagikan dengan kita semua. Seperti apa, mari kita lihat.

Persiapan materi sebelum bertemu klien
 
sumber gambar : littlegatepublishing.com
Persiapan yang dilakukan disini maksudnya bukan persiapan seperti berpakaian rapi atau supaya tidak begadang agar tidak telat saat berjumpa klien. Tapi persiapan tentang apa yang akan dibicarakan dengan klien.

Biasanya sebelum bertemu, kita sudah dapat gambaran apa yang akan didiskusikan dengan klien. Oleh karena itu, kita mencari tahu informasi tentang rencana aplikasi yang akan didiskusikan tersebut. Hal ini penting, karena klien yang kita jumpai umumnya ada 2 jenis.

 Yang pertama, jenis klien yang awam teknologi. Klien seperti ini biasanya, berpikir sederhana saja dan tidak terlalu teknis. Jadi saat berdiskusi dengan mereka, kita harus menyampaikan istilah-istilah teknis dengan bahasa yang sederhana. Terkadang banyak klien yang menganggap membuat aplikasi itu adalah hal yang mudah. Oleh karena itu seorang programmer yang bersentuhan langsung dengan klien, harus bisa menjelaskan bagaimana sebenarnya aplikasi itu dibuat dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh klien dan bukan dengan bahasa pemrograman.

Jenis klien yang kedua, adalah klien yang paham teknologi. Klien yang seperti ini biasanya bisa sama pahamnya, lebih paham atau merasa paham dengan dunia pembuatan aplikasi. Kalau kita tidak persiapan, bisa-bisa kita bisa jadi malu sendiri saat berdiskusi dengan mereka. Oleh karena itu, kita harus persiapan terlebih dahulu agar proses diskusi dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada yang dipermalukan. :D

Banyak-banyak bersabar
sumber gambar : kokbelshear.blogspot.com

Hal ini menurutku penting untuk dilakukan sebelum bertemu dengan klien. Mengapa? Karena banyak hal yang tidak terduga yang sering terjadi saat bertemu dengan klien. Saat bertemu dengan klien, klien bisa meminta banyak sekali permintaan dan seringkali permintaan tersebut tidak sesuai dengan dana yang dimiliki oleh si klien. Ada juga klien yang awalnya bertemu tidak mau terlalu perduli dengan bagaiaman aplikasi ini akan dibangun. Tapi setelah aplikasi selesai dibangun, si klien malah memberikan banyak sekali revisi terhadap aplikasi tersebut, karena merasa tidak sesuai dengan apa yang di dalam pikirannya.

Oleh karena itu, kita perlu banyak-banyak bersabar saat bertemu klien. Aku pernah punya pengalaman membuat sebuah aplikasi dalam satu malam, karena ada keperluan mendadak dari si klien yang meminta tolong membuatkan aplikasi dalam 1 hari. Kami menyebutnya dengan proyek pembuatan candi prambanan, karena teringat dengan kisah Bandung Bondowoso yang membangun 1000 candi dalam satu malam. Setelah perjuangan yang begitu mengantukkan karena tidak tidur, akhirnya aplikasi pun selesai kami buat dan berhasil diinstalasi di komputer klien. Tapi toh respon klien biasa-biasa saja menganggap itu hal yang wajar.

Wah kalau kami tidak bersabar, sebenarnya sudah kami kutuk si klien jadi aplikasi dan bukan candi. Tapi karena kami tidak punya kemampuan itu, alhasil kami mengomel-ngomel saja sebelum tidur, karena sudah lelah begadang.

Itulah beberapa pengalamanku, saat bertemu dengan klien. Semoga ada faedah yang dapat diambil dari pengalaman ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya :)

sumber feature image : searchengineland.com

-------------------------------FYI-----------------------------------------------
Artikel ini adalah bagian dari Blog Series "Pengalaman Sebagai Programmer".
Lihat artikel lainnya disini
---------------------------------------------------------------------------------

Tips Belajar Bahasa Pemrograman Baru - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 5



"Bagi seorang programmer sendiri, menurutku kenapa perlu belajar bahasa pemrograman baru biasanya untuk kepentingan bertahan hidup"

 

Perkembangan zaman membuat segalanya juga ikutan berkembang, termasuk perkembangan dunia pemrograman. Cara membuat sebuah program komputer dulu dan sekarang jauh berbeda. Kalau dulu mungkin bahasanya masih sulit dimengerti, karena kebanyakan bahasa teknis dan mungkin malah bahasa mesin.

Sekarang ini programmer sangat mudah dalam membuat sebuah program, karena sudah ada banyak jenis bahasa pemrograman yang diciptakan  dengan syntax yang mudah dimengerti oleh manusia. Itu juga yang membuat sekarang banyak workshop atau pelatihan pemrograman yang ditujukan khusus untuk orang awam karena bahasanya sudah mudah dimengerti. Malah ada juga program pelatihan yang bertajuk "coding mom" dimana ibu-ibu dilatih untuk bisa menggunakan bahasa pemrograman untuk membuat aplikasi.

Belajar bahasa pemrograman baru untuk bertahan hidup
sumber gambar : dmnews.com

Bagi seorang programmer sendiri, menurutku kenapa perlu belajar bahasa pemrograman baru biasanya untuk kepentingan bertahan hidup. Maksudnya bertahan hidup adalah melihat tren bahasa pemrograman yang umum digunakan untuk membangun aplikasi yang laku di pasaran. Kalau bahasa pemrogramannya sudah tidak dipakai lagi tentu tidak dapat menghasilkan pundi-pundi dan tidak ada uang untuk makan.

Aku sendiri dulu melamar di kantor konsultan yang tempatku bekerja adalah sebagai programmer desktop. Itu karena bahasa pemrograman yang aku kuasai itu kebanyakan bahasa pemrograman desktop semacam Matlab, C#, delphi, c++ dsb. Aplikasi yang pertama aku kerjakan adalah aplikasi retribusi sampah yang pernah dibuat oleh programmer sebelumnya di kantor. Ada bebeapa perbaikan pada aplikasi tersebut,  oleh karena itu aku bersama-sama dengan rekan yang baru masuk memperbaiki aplikasi tersebut. Dan misi kami berhasil, karena aplikasinya berhasil kami perbaiki.

Setelah aplikasi tersebut selesai, aku ada membuat 3 aplikasi desktop lainnya. Namun yang terakhir tidak selesai karena aplikasi itu semacam aplikasi ujicoba, sedangkan waktu itu sudah ada proyek yang masuk namun berbasis web.  Disitulah awal mulanya aku belajar bahasa pemrograman yang baru, php dan javascript . Sebenarnya gak baru-baru amat sih, tapi dulu pas di kampus aku gak terlalu serius belajarnya karena suatu hal. Dan selanjutnya sampai sekarang, malah aku mengerjakan aplikasi web terus, karena permintaan aplikasi desktop sudah jarang.

Mengikuti paket tutorial membosankan
sumber gambar : businessinsider.com

Awalnya aku belajar bahasa pemrograman itu lagi dengan cara mengedit dan mengupgrade fitur aplikasi web yang sudah ada. Proyek yang aku kerjakan memang adalah pengembangan aplikasi yang pernah dibuat sebelumnya, sehingga aku tidak membuat aplikasi dari awal. Tidak terlalu sulit untuk mengedit aplikasi tersebut, karena ada banyak tutorial di internet. Dan sebenarnya perbedaan mendasar antara semua bahasa pemrograman adalah masalah penulisan atau syntax. Kalau syntax dapat dimengerti, akan lebih mudah menggunakan bahasa pemrograman baru karena selanjutnya kemampuan logika yang berperan disitu.

Setelah aku selesai mengembangkan aplikasi itu, aku coba belajar lagi khusus php dan javascript. Cara belajar yang aku lakukan adalah dengan mengikuti sebuah tutorial bahasa pemrograman php. Jadi di tutorial itu dijelaskan tentang apa saja syntax serta bagaimana menggunakannya. Dari seluruh bab tutorial aku berhasil mengikuti semua instruksi dari tutorial. Namun ntah mengapa aku merasa tidak puas saat selesai belajar tutorial tersebut. Hal itu juga aku rasakan saat aku belajar dari tutorial bahasa pemrograman javascript dan jquery. Rasanya ntah kenapa, sia-sia belajarnya.

Di tahun 2016 aku mulai belajar bahasa pemrograman android. Aku kembali belajar dengan cara yang sama mengikuti paket-paket pada tutorial. Dan kembali, rasanya biasa saja. Suatu saat terlintas dalam pikiranku untuk membuat sebuah aplikasi yang punya nilai guna dan orisinil. Dan akhirnya aku pun membuat aplikasi itu.

Belajar melalui pembuatan aplikasi yang orisinil dan bermanfaat
sumber gambar : nesta.org.uk

Saat membuat aplikasi tersebut, aku memang masih membaca tutorial. Tapi aku membaca tutorial itu karena aku ingin membuat sesuai dengan aplikasi yang sudah ada dalam pikiranku. Jadi apa yang aku butuhkan untuk membangun aplikasi itu, itu yang aku cari. Misalnya kemarin aku ada ide buat aplikasi tips video dari youtube. Berarti kalau aplikasi itu yang aku mau buat, aku harus caritahu bagaimana cara menampilkan video youtube di perangkat android. Nah itulah tutorial yang aku cari dan pelajari, kemudian dibuat di aplikasi yang aku sudah rencanakan.

Ketika aplikasinya sudah jadi sesuai dengan ideku diawal, aku pun merasa puas. Karena aplikasi ini punya manfaat dan bisa aku gunakan sebagai portofolio, karena idenya juga orisinil. Itu yang membuat aku bersemangat belajar, karena sambil membuat sebenarnya disitulah aku belajarnya.

Mungkin yang membuat belajar dari tutorial menjadi kaku adalah karena kita hanya mengikuti apa yang disuruh oleh tutorial. Itu yang membuat setelah selesai pun aplikasi dibuat, kadang tidak ada rasa puas. Tapi saat kita membuat sesuatu karena suatu tujuan yang jelas, jadinya lebih bersemangat mengerjakannya.

Itu sih pengalamanku saat belajar bahasa pemrograman baru. Jadi semisal aku nanti harus belajar bahasa pemrograman Swift (untuk membuat aplikasi ios) yang aku belum pernah pelajari, berarti aku langsung aja pikirkan mau buat aplikasi apa, lihat apa hal yang dibutuhkan untuk membuat itu kemudian baru aku cari tahu cara membuatnya.

 sumber gambar fitur : eduonix.com

-------------------------------FYI-----------------------------------------------
Artikel ini adalah bagian dari Blog Series "Pengalaman Sebagai Programmer".
Lihat artikel lainnya disini
---------------------------------------------------------------------------------

Tips Bekerjasama Sebagai Programmer - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 4

"aplikasi tidak hanya berbicara tentang kode program saja, namun juga alur kerja dan desain. Seorang programmer bisa saja memiliki ketiga kemampuan tersebut. Namun pasti akan sangat melelahkan kalau harus bekerja sendirian."




Seperti pelajaran PPKN yang dulu pernah aku pelajari, di salah satu babnya mengajarkan tentang kerjasama dalam bentuk gotong royong. Selain dapat membuat pekerjaan lebih cepat selesai rasa kesatuan dan kebersamaan dapat dicapai bila pekerjaan tidak dilaksanakan sendirian, melainkan bersama-sama.

Kerjasama yang dilakukan oleh programmer tidak hanya antar sesama programmer saja, namun juga dengan bagian lain. Dalam membuat aplikasi, memang seorang programmer akan menghadapi kendala baik dalam bentuk error ataupun masalah algoritma. Namun aplikasi tidak hanya berbicara tentang kode program saja, namun juga alur kerja dan desain. Seorang programmer bisa saja memiliki ketiga kemampuan tersebut. Namun pasti akan sangat melelahkan kalau harus bekerja sendirian.

Dari pengalamanku sebagai programmer, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat berdiskusi tentang desain dan alur dengan orang yang berkaitan. Mari kita lihat.
 
1. Bekerjasama dengan sesama programmer
 
sumber gambar: dreamstime.com
Seperti yang aku katakan diatas, kerjasama antara sesama programmer biasanya kalau ada error yang terjadi, bug muncul serta bila ada algoritma yang cukup sulit. Kalau ada error, biasanya aku coba sendiri dulu mencari solusinya di internet. Caranya sesuai yang aku sampaikan di troubleshooting masalah coding. Kalau masalahnya cukup sulit dan tidak bisa diselesaikan sendiri saja, maka mungkin waktunya meminta bantuan programmer lainnya.

Saat teman sudah melihat kode program yang aku buat, sering ada pengalaman yang lucu juga. Kadang error terjadi karena ada syntax yang salah atau tidak ada ";". Kadang ada masalah yang sebenarnya teman tidak bantu pun, tapi karena aku coba menjelaskan masalanya, jadinya aku sendiri yang tau permasalahannya dimana dan akhirnya masalahnya selesai. Jadinya temanku hanya lihat-lihat saja, selesai permasalahannya. Hal-hal itu biasanya terjadi, kalau kepalaku udah pusing, jadinya melihat yang salah pun jadi dianggap betul.

Selain kerjasama saat ada masalah dalam kode, kerjasama yang biasa yang kami lakukan dalam membuat aplikasi adalah membagi tugas. Pembagian tugas yang umum kami lakukan itu adalah pembagian sesuai modul-modul. Misal aku mengerjakan modul  admin, temanku mengerjakan modul operator. Ada banyak sih cara membagi tugas yang kami lakukan. Hal yang terpenting adalah, saat kita membagi tugas jangan sampai ada file yang saling menimpa. Kalau sudah tertimpa, sia-sialah semua pekerjaan kita.

2. Bekerjasama dengan analis atau langsung dengan klien
sumber gambar : cvr-it.com

Kalau perusahaan kalian ada analisnya, mungkin analislah yang akan sering berjumpa dengan klien serta merumuskan bagaimana alur kerja serta modul-modul di aplikasi sesuai dengan kebutuhan klien. Kalau tidak, ya berarti programmer sendiri yang merancang alur serta modulnya.

Bekerjasama dengan analis harusnya lebih mudah daripada bekerjasama dengan klien langsung. Karena umumnya (katanya) analis itu paham teknis pemrogramannya. Jadi kalaupun ada alur yang membutuhkan teknis yang rumit, programmer dapat menjelaskan pada analis dan analis bisa mengerti dan mencari solusi bersama.

Berbeda ceritanya kalau langsung dengan klien, terkhusus klien yang memang awam dalam teknis pemrograman. Programmer harus berusaha menjelaskan teknis dengan jelas kepada klien. Karena seringkali klien merasa sebuah fitur itu gampang dibuat, karena gampang dipakai namun sebenarnya sangat sulit untuk dibuat.

Kerjasama lainnya yang dilakukan dengan klien adalah saat ada data yang harus diambil. Programmer harus memilki data yang lengkap dari klien agar aplikasi dibuat sesuai dengan data yang ada di solusi manual.

3. Bekerjasama dengan ahli desain
sumber gambar : enest.net

Di awal membuat aplikasi, biasanya programmer tidak mau memikirkan tentang desain yang bagus atau tidak. Yang penting fitur sudah berjalan dan aplikasi sudah sesuai dengan alur kerja kebutuhan klien. Saat bekerjasama dengan ahli desain, yang penting diperhatikan adalah teknis pengaplikasian desain ke teknis pemrograman. Terkhusus bila desainnya dibuat dari photoshop langsung atau aplikasi desain lainnya. Terkadang desain yang memang bagus, belum tentu cocok secara fungsionalitas di aplikasi.

Itulah beberapa pengalamanku saat bekerjasama dengan teman-teman di kantor sebagai programmer. Pasti ada kerjasama di hal-hal lainnya juga. Tapi setidaknya dalam membuat aplikasi hal-hal itu yang pernah aku alami.

sumber gambar fitur : ilmu-ekonomi-id.com 


-------------------------------FYI-----------------------------------------------
Artikel ini adalah bagian dari Blog Series "Pengalaman Sebagai Programmer".
Lihat artikel lainnya disini
---------------------------------------------------------------------------------

Tips Mencari Ide Saat Membangun Aplikasi - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 7

Aku sering melakukan hal ini dan sering cukup membuat orang disekitarku heran. Mereka bertanya-tanya mengapa aku berkeliling-keliling dal...