Skip to main content

Aplikasi Pengontrol Berat Badan dan Diet





". Sampai-sampai ada yang meledak imajinasinya, bagaimana kalau ada aplikasi pengontrol berat badan."


Halo..
Selamat malam bagi kita semua. Kenapa selamat malam? Karena aku buat postingan ini malam-malam. Kalau pas pagi atau siang kalian baca post ini, balas aja selamat pagi atau selamat siang ya. Gak marah kok aku :D

Gak terasa sekarang sudah bulan 9 ya. Kalau misalnya kita lihat kebiasaan-kebiasaan orang di awal tahun, seringkali banyak yang buat resolusi. Dibuatlah tanggal 1 januari sebagai hari pertama resolusinya. Dan sekarang udah nyampe di sekitar hari ke-240-an. Ntah gagal ntah berhasil pun resolusinya tadi, hanya orang itu yang tahu. Atau ada diantara kita yang ngelakukan resolusi seperti ini juga?

Ngomong-ngomong tentang resolusi, resolusi yang dibuat setiap orang memang berbeda. Ada yang maunya selesai skripsinya tahun ini. Ada yang resolusinya mau dapat kerja tahun ini. Ada juga yang mau dapat jodoh, ADA. Juga, ada yang mau diet, target berat badan turun dan stabil. Aku gak tau apakah Mbak Bena (vlogger, blogger kuliner+travel dan jubir pojok wb)  membuat resolusi yang terakhir ini juga di awal tahun 2016 ini. Soalnya dia yang mulai curhat di hari minggu, tentang berat badan. Alhasil ramailah grup membahas tentang berat badan dan diet. Sampai-sampai ada yang meledak imajinasinya, bagaimana kalau ada aplikasi pengontrol berat badan. Saya ledakkan imajinasinya ya mas Ilham.

Okelah kalau bagitu, kalau memang ada aplikasi pengontrol berat badan, apa aja kira-kira fiturnya ya? Ayok kita cekigo :)

1. Terdiri dari perangkat lunak (aplikasi) dan perangkat keras (timbangan)
Aplikasi ini nantinya tidak hanya dalam bentuk perangkat lunak saja, tapi ada juga perangkat kerasnya. Perangkat keras yang dimaksud adalah timbangan. Timbangan yang digunakan bukan sembarang timbangan, karena timbangan ini nantinya akan terhubung dengan aplikasi secara wireless melalui sensor. Jadi untuk memulai aplikasi, si pengguna harus sudah memiliki timbangan khusus ini juga karena di awal, aplikasi akan mendeteksi perangkat timbangan yang ada. Bila aplikasi menemukan perangkat tersebut, maka pengguna dapat melanjutkan untuk masuk ke menu utama.

Pada menu utama, pengguna akan dipandu oleh aplikasi untuk melakukan scanning berat badan. Terlebih dahulu pengguna harus berdiri di atas timbangan, kemudian menekan tombol scan pada aplikasi. Setelah tombol scan ditekan, maka timbangan pun memulai proses scan. Proses scan yang dilakukan timbangan tak hanya mengukur berat badan penggunanya, tapi juga menscan pola telapak kaki si pengguna? Lho apa gunanya di scan telapak kaki pengguna? Eits, aku akan jelaskan di fitur selanjutnya ya :) Setelah proses scan selesai, maka timbangan akan mengirim informasi ke aplikasi dan aplikasi akan memulai pengolahan data.

2. Fitur Kalkulator Sehat
Nama kalkulator sehat sebenarnya aku ketahui dari salah satu aplikasi pengontrol kesehatan yang ada di android. Jadi gak apa-apalah aku pinjam istilahnya ya :). Setelah timbangan mengirimkan informasi berat badan dan pola telapak kaki si pengguna ke aplikasi, maka aplikasi akan meminta beberapa informasi tambahan terkait si pengguna. Informasi yang diminta adalah, tinggi badan, golongan darah, jenis kelamin, riwayat penyakit dan beberapa informasi lainnya. Fungsi informasi ini adalah agar aplikasi dapat menyusun pola diet bagi si pengguna, mulai dari jadwal sampai menu yang disarankan untuk dikonsumsi. Kalo misalnya disarankan makan sesuatu yang dapat memperburuk penyakit yang dimiliki pengguna, kan jadinya malah gak membantu bikin sehat aplikasinya kan. Makanya informasi ini penting :)

Selain itu, target berat badan yang ideal bagi pengguna juga akan menjadi hasil kalkulasi aplikasi. Jadi nanti di akhir jadwal diet, si pengguna akan dicek kembali berat badannya, apakah sudah mencapai target atau belum.

3. Fitur Jadwal dan Menu
Melalui hasil kalkulasi kalkulator sehat, maka kemudian aplikasi sudah dapat memberikan anjuran jadwal dan menu diet bagi si pengguna. Aplikasi akan memberikan alarm pada setiap jadwal yang sudah ditentukan kemudian mengingatkan harus mengkonsumsi apa. Karena itu, si pengguna juga harus sudah siap sedia setiap makanan yang dianjurkan aplikasi di awal. Si pengguna mau taat dengan anjuran aplikasi atau tidak, itu tergantung kemauan si pengguna. Aplikasi hanya bertindak sebagai pengatur dan pengingat, bukan pengawas atau perawat. Jadi bukan pulak, kalo lagi malas makan si penggunanya, aplikasi ini pulak yang menyulangi dia makan. Cari jodoh lah kalo mau disulangi. *ahh, jodoh

4. Fitur We Pay For Your Loss
Fitur apa ini? Ini adalah salah satu fitur yang cukup unik. Jadi pihak pengembang aplikasi akan membayarkan sejumlah uang (dalam bentuk digital) kepada pengguna yang berhasil menurunkan berat badannya. Jadi istilahnya ini jadi penyemangat si pengguna biar rajin dietnya. Jadi kan nantinya ada jadwal dimana si pengguna harus cek berat badan lagi di timbangan tadi, untuk mengetahui apakah dietnya berhasil atau gagal. Eh, kan bisa aja si pengguna nyuruh kerabatnya yang lebih ringan badannya yang berdiri di timbangan, dan jadinya berat badannya menurun yang dibaca timbangan. 

Nah, disinilah fungsi pola telapak kaki yang udah discan tadi. Jadi gak boleh orang yang selain pengguna yang diukur berat badannya. Kalo timbangan ngecek beda telapak kaki yang sekarang dengan yang awal, hadiah uangnya pun hilang. Tapi tetap bisa dipakai kok aplikasinya, tinggal suruh aja si pengguna yang asli yang berdiri disitu.

Pas pengecekan di timbangan, kalaulah berat badan pengguna sudah turun sekian kg, maka akan ada perhitungan uang yang dapat diperoleh pengguna, tergantung berapa kg yang turun. Kalau berat badan sudah sesuai dengan yang aplikasi targetkan saat kalkulasi awal, maka si pengguna dapat hadiah yang cukup besar. Kalo terlalu jauh dari target penurunnya,  maka ada juga hadiah uangnya tapi tidak terlalu besar.
Nah, kalo penggunanya dapat uang, jangan pulaklah dipake untuk makan-makan lagi. Tapi terserah juga sih :D

-----------------------------

Nah, itulah ledakan imajinasi yang terjadi di pikiranku saat ini. Gimana, cocok kam rasa? Sepertinya aplikasi dan perangkat kerasnya ini memungkinkan untuk dibuat ya, tapi ya harus dengan pengujian yang betul-betul, biar hasilnya valid :)

Okelah kalo gitu. Demikian dulu ledakan imajinasi kali ini.
Jangan lupa kalian dengar-dengarkan, manatau ada terdengar dentuman imajinasi di kuping kalian. Kalau ada, berarti ada postingan baru tentang ledakan imajinasi dalam blogku. :)
Sampai jumpa semuanya.......

sumber gambar : harianindo.com

Comments

  1. Wah, ini bileh bgt kalo diet dapat duit. Buat jajan, berat naik lagi, waaaaahahaga

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, looping tiada berakhir kayaknya mbak jiah :D

      Delete
  2. saya ngga berani deket deket cewe pengguna aplikasi ini. takutnya tiba-tiba meedak gitu hehehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Aplikasi Pencari Jodoh Suku Karo

Ketika Freshgraduate Bekerja Pertama Kali Sebagai Programmer - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 2

Sebelumnya, kita telah mengetahui beberapa tips saat melamar pekerjaan sebagai programmer. Bila masih belum diterima dalam pekerjaan, maka jangan putus asa. Kembali cari perusahaan yang sedang membutuhkan karyawan. Apabila anda sudah diterima bekerja sebagai programmer, maka aku mengucapkan selamat datang.
Apa yang ada di pikiran anda, saat membayangkan bekerja sebagai seorang programmer. Kalau dulu yang aku pikirkan adalah, aku akan membuat aplikasi yang keren dan membantu banyak orang. Dan memang seperti itulah adanya. Di awal pekerjaan, aku dan teman yang baru masuk langsung mendapat pekerjaan untuk memperbaiki tampilan dan fungsi yang rusak pada sebuah aplikasi yang telah ada.
Di awal, beban kerja yang diberikan berbagai perusahaan mungkin berbeda-beda. Ada yang langsung membebankan karyawan untuk mengerjakan pekerjaan yang berat. Ada pula perusahaan yang memberikan waktu bagi programmer barunya untuk belajar terlebih dahulu. Belajarnya dapat melakukan training ataupun menyelesa…

Tips Melamar Pekerjaan Sebagai Programmer - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 1

Skripsi bagi mahasiswa tingkat akhir mungkin merupakan suatu perjuangan yang sangat melelahkan. Bila akhirnya skripsi selesai dan sidang berhasil dilalui, maka rasanya itu seperti sudah menuntaskan misi penyelamatan sasuke dari orochimaru (dalam hal ini sasuke berhasil diselamatkan). Menanti jadwal wisuda sambil mengenang masa-masa rumit saat mengerjakan skripsi yang telah berhasil dilalui merupakan hal yang menyenangkan. Tapi semua akan berubah saat perjalanan sebagai seorang jobseeker dimulai.
Mencari pekerjaan sebenarnya tidak terlalu sulit. Ada begitu banyak lowongan pekerjaan yang dapat dilihat melalui media cetak maupun media online serta media sosial. Namun yang menjadi kesulitan adalah disaat tidak ada lowongan pekerjaan yang betul-betul sesuai dengan keinginan atau latarbelakang pendidikan kita. Oleh karena itu saat sudah ada lowongan pekerjaan yang tepat, kita harus betul-betul mempersiapkan diri untuk itu.
Karena aku adalah seorang programmer, maka aku mau membagikan beb…