Aplikasi Pembanding (Benchmark) Ojek Online




"Jadinya aku pun tertantang untuk meledakkan imajinasi Ave. Kalau ada aplikasi untuk membandingkan tak hanya tarif, tapi juga dari segi kualitas pelayanan ojek online apa aja kira-kira fitur yang dimiliki aplikasi tersebut ya? "



Alooha...
Apa kabar kita semua. Aku berharap kita semua dalam keadaan baik-baik saja ya. ;)

Di kesempatan saat ini ada hal yang sedikit berbeda pada postingan blogku. Apakah yang berbeda itu? Yak, di post kali ini ledakan imajinasi yang tertulis, bukan terjadi dalam pikiranku. Berbeda dengan sebelumnya, saat orang mengatakan sesuatu, tiba-tiba terjadi ledakan imajinasi di kepalaku. Kali ini tidak, ledakan tak terjadi  saat seseorang memberikan ide. Tapi eits, jangan sedih dulu. Karena tidak ada ledakan imajinasi dalam pikiranku yang terjadi secara natural, maka aku sendiri yang akan mencoba meledakkan imajinasi tersebut. Jadi intinya, aku mau coba ledakkan imajinasi yang orang berikan kepadaku ;). Aku beri nama ini Artificial Explosion atau Ledakan Buatan.

Oke, jadi imajinasi yang aku mau ledakkan di post kali ini adalah milik seorang temanku di masa SMA. Namanya Ave Adriana Pinem. Dia sekarang bekerja jadi dosen, di UI. Keren kan bisa ngajar anak UI :D Jadi kemarin itu, aku berbagi postingan ledakan imajinasiku sebelumnya yang tentang Aplikasi Konversi Aksara Daerah di grup kelas kami, Choeys Family. Jadi setelah baca itu, mungkin terjadi ledakan imajinasi di kepala Ave. Akhirnya dia bilang samaku, gimana ya kalau ada aplikasi untuk membandingkan tarif-tarif ojek online sekarang ini. Wah, memang iya ya, sekarang ini kan lagi menjamur ojek online. Pertama Gojek yang terkenal, baru diikuti oleh GrabBike, lalu sekarang ada Ladyjek, Bluejek, Yellowjek dsb. Di Medan juga 2 hari yang lalu aku lihat ada iklan aplikasi ojek online buatan orang Medan (kalau tidak salah), tapi lupa aku apa namanya. *yang jelas bukan Okejek :D

Jadinya aku pun tertantang untuk meledakkan imajinasi Ave. Kalau ada aplikasi untuk membandingkan tak hanya tarif, tapi juga dari segi kualitas pelayanan ojek online apa aja kira-kira fitur yang dimiliki aplikasi tersebut ya? Mau tau bagaimana? Yok kita cekidot ledakan imajinasi berikut ini.

1. Fitur pembanding tarif macam-macam ojek online
Kalau masalah banding-membanding tarif, aku rasa kita akan teringat dengan aplikasi Traveloka. Aplikasi Traveloka yang punya iklan di tv, adalah aplikasi yang dapat membandingkan harga tiket pesawat dan hotel oleh penyedia jasa yang berbeda-beda, yang kemudian dapat dilakukan proses pemesannan dari situ. Jadi fitur pembanding tarif pada aplikasi benchmark ojek online ini, juga mirip seperti yang dimiliki oleh Traveloka. Pengguna dapat melihat perbandingan tarif dari seluruh penyedia jasa ojek online yang ada sekarang. Jadinya pengguna kan gampang tinggal pilih mana ojek yang mau dia gunakan jasanya.
Dengan adanya sistem perbandingan tarif ini nantinya, maka ojek online akan semakin sengit persaingannya dalam menentukan tarif penggunaan ojeknya. Di aplikasi ini nantinya, pengguna juga dapat melihat promo-promo atau diskon yang diberikan oleh penyedia jasa ojek-ojek online. Jadinya ojek yang murah, belum tentu akan menjadi paling laris, karena bisa saja ojek yang lainnya memberikan promo yang lebih menarik dan pas di hati. Misalnya 3 kali naik Ojek X, dapat tikar cantik.

2. Fitur pemesanan berbagai ojek online melalui satu aplikasi
Setelah pengguna melihat-lihat tarif tiap ojek online, maka tibalah saatnya dia memutuskan mau pakai jasa yang mana. Jika keputusan telah diambil, maka pengguna dapat melakukan pemesanan ojek tersebut langsung melalui aplikasi ini. Dengan tata cara pemesanan yang telah disesuaikan dengan tiap ojek online, maka si pemilik ojek online pun tak perlu mengubah tata cara yang sudah ada sebelumnya. Untuk masalah pembayaran pun, akan tersedia metode pembayaran yang telah disesuaikan dengan aplikasi yang dimiliki ojek online tersebut. Jadi aplikasi ini kalo kita pinjam istilah pemerintahan, disebut pelayanan satu pintu. Setelah memesan, permintaan pengguna akan masuk ke dalam server masing-masing ojek online yang kemudian akan memberikan informasi kepada supir ojek untuk menjemput si pengguna.

3. Fitur penghimpun feedback pengguna
Tak hanya tarif yang akan dibandingkan. Kepuasan pelanggan juga akan turut dibandingkan pada aplikasi ini. Jadi aplikasi ini akan menghimpun berbagai macam feedback oleh pengguna yang telah menggunakan jasa ojek online. Feedback dapat diperoleh dari komentar-komentar pengguna pada bagian review google play. Selain itu, tak menutup kemungkinan review juga diambil dari situs-situs yang terpercaya. Ini akan membuat si penyedia jasa ojek online, tak hanya harus bersaing dalam tarif tapi juga dari segi kualitas pelayanan. Semakin baik pelayanan ojek online, maka akan membuat dia semakin menjadi pilihan banyak pengguna. Kalau lebih banyak review buruk, maka si penyedia jasa ojek online harus segera berbenah kalau tidak mau ditinggalkan oleh langganan mereka.

4. Fitur map tempat nongkrong seluruh supir ojek online
Dari yang aku lihat di Medan, supir Gojek itu ada tempat nongkrong khususnya. Jadi disitu mereka nunggu pesanan ojek dari pengguna. Nah, kan di PokemonGo ada itu yang namanya Poke Stop, tempat dimana pokemon trainer dapat rehat untuk memberi keperluan dalam bermain game itu. Maka bisa saja, ojek-ojek online ini juga membuat lokasi semacam Poke Stop itu. Kita bilanglah namanya Ojek Stop. Jadi aplikasi ini akan punya fitur map yang akan menunjukkan lokasi Ojek Stop dari berbagai ojek online yang ada di kota pengguna. Dengan mengetahui ini, pengguna jadi bisa tahu, ojek online mana yang tempat nongkrongnya dekat dengan lokasi dia, sehingga dia bisa lakukan pemesanan. Kalau harga agak lebih tinggi daripada ojek lain, tapi bisa datang lebih cepat, aku rasa penumpang juga bersedia membayar lebih.

Itulah imajinasi yang bisa aku ledakkan saat ini. Aku tidak tahu apakah ojek-ojek online di indonesia ini bersedia dibuatkan semacam marketplace ojek begini, karena memang persaingan akan menjadi sangat-sangat ketat. Tapi kalau ojek-ojek online mau buat asosiasi ojek online dan buat standar-standar tarif dsb, mungkin bisa dibuat. Jadinya harga tidak ada yang terlalu murah atau mahal, intinya tetap sama-sama bisa cari makan.

Demikianlah ledakan imajinasi kali ini. Bagaimana ve? Cocok kam rasa? :D
Sampai jumpa di ledakan imajinasi berikutnya ;)

sumber gambar: id.techinasia.com

(bagi anda yang punya imajinasi yang mau diledakkan atau inspirasi yang mau dkembangkan, mungkin aku bisa bantu. Silahkan email ke alamat berikut ini: ledakan.imajinasi@gmail.com)

Aplikasi Pencari Jodoh Suku Karo



"Maka mulailah terjadi ledakan-ledakan yang luar biasa dalam pikiranku. Kalau ada aplikasi jodoh khusus orang Karo, apa kira-kira fiturnya ya?"



Haloo.
Apa kabar kita semua? Kabar baik kah?
Aku sendiri agak sedikit sedih sih saat ini, karena ada harapan di keluarga kami yang tak terwujud. Memang banyak hal yang terjadi tak seperti yang kita inginkan. Tapi mungkin ini satu bagian pelajaran dalam hidup yang harus dijalani. :)

Jadi kan, aku buat post ini malam-malam. Mamak dan kakakku lagi di medan bersamaku. Jadi tadi pun kami bercerita-cerita tentang apa yang kami alami hari ini. Ya namanya cerita-cerita kan pastinya mengalir kemana-mana kan. Nah sampailah topiknya kepada pacar. Ya dinasehati lagilah aku masalah pacar-pacaran ini. Apalagi memang aku belum ada pasangan, jadinya cuma manggut-manggut aja. Mau buat serangan balik juga bingung mau jawab apa. Pas aku manggut-manggut itulah, aku teringat bahwa pernah terjadi ledakan imajinasi di kepalaku. Ledakan imajinasinya berada di seputaran pacar dan jodoh. Pas di kantor juga ada yang kemarin bahas-bahas masalah jodoh, namanya Kak Pili. *eits dia udah menikah ya ;D.  Oleh karena itulah, akhirnya aku berniat menuangkan ledakan imajinasi ini.

Sekarang ini kan emang udah banyak aplikasi yang bisa dipakai untuk mencari jodoh. Kalau di luar negeri terkenal tinder dan dalam negeri ada yang namanya setipe. Nah, kalau aplikasi-aplikasi cari jodoh ini kan dibuat memang untuk khalayak umum (tidak berdasarkan suku atau golongan tertentu). Orangtuaku memang selalu bilang, kalau pasangan hidupku dari suku apa pun bisa, tapi kalau bisa suku Karo, katanya. *itu kalau bisa lho, yang bukan suku Karo jangan patah semangat ya, masih aku buka pintu kok di hatiku ;* :D.
Nah timbullah letupan imajinasi dalam kepalaku, bagaimana ya kalau memang ada aplikasi pencari jodoh khusus untuk suku Karo, suku ku? Soalnya memang, di suku kami, ada aturan-aturan yang harus dituruti berkaitan dengan pacaran, seperti tidak boleh semarga atau juga bukan saudara yang dipantangkan untuk dinikahi. Maka mulailah terjadi ledakan-ledakan yang luar biasa dalam pikiranku. Kalau ada aplikasi jodoh khusus orang Karo, apa kira-kira fiturnya ya? Otah sioge.

1. Fitur pendeteksi identitas pribadi orang Karo
Apakah selama ini kita, baik yang bukan suku Karo atau bahkan yang asli suku Karo, menganggap identitas pribadi kita hanya merga dan bere-bere? Tidak. Ada enam identitas pribadi dari seorang Karo. Identitas itu adalah:
1. Merga/Beru : diperoleh dari marga ayah (merga untuk lelaki dan beru untuk perempuan)
2. Bere-bere : diperoleh dari marga ibu saya
3. Kempu : diperoleh dari marga nenek (dari ibu)
4. Soler : diperoleh dari marga ibu nenek (dari ibu)
5. Binuang : diperoleh dari marga nenek (dari ayah)
6. Kampah : diperoleh dari marga ibu nenek (dari ayah)

Jadi kalau aku mau memperkenalkan diriku kepada seorang dari suku Karo, maka aku akan berkata seperti ini (dalam bahasa Indonesia):

"Perkenalkan nama saya Jakup, merga ginting sinusinga, bebere tarigan sibero, kempu sembiring pelawi, soler Karo-Karo purba, binuang perangin-angin bangun, kampah Karo-Karo sinulingga"

Berdasarkan penjelasan tentang identitas diatas, maka itulah identitas diriku. Panjang kan? :D.
Selama ini, seorang pemuda Karo dan pemudi Karo, hanya akan berkenalan sebatas merga dan beru saja. Kalau sudah berbeda, maka dapat berpacaran dan akan menikah ke depannya. Padahal sebenarnya, aturannya lebih rumit dari itu. Ke-6 identitas diatas sebenarnya berpengaruh pada kekerabatan seorang laki-laki dan perempuan. Jikalau setelah dicocokkan, ternyata dari ke-6 identitas tersebut didapat kesimpulan bahwa laki-laki dan perempuan ini tidak dapat menikah, karena punya hubungan kekerabatan yang memang tidak boleh menikah dalam suku Karo, maka mereka tidak boleh berpacaran. Rumit kan? Alasannya apa? Wah, saya juga tidak bisa jelaskan dengan cukup baik, mungkin saya akan pelajari lagi dulu. ;)

Oleh karena itu, sekarang ini identitas diri ini sudah banyak dilupakan oleh orang Karo sendiri. Selain karena rumit, banyak pula yang sudah tidak mengerti bagaimana keterkaitan antara satu identitas dengan yang lainnya. Banyak juga yang memang acuh tidak acuh juga dengan sistem ini, karena dianggap tidak perlu. Nah karena itulah, mungkin bila ada aplikasi jodoh khusus suku Karo, mungkin fitur ini yang dibuat. Jadi secara otomatis, aplikasi akan meminta informasi identitas pribadi sesuai dengan 6 identitas diatas. Inilah yang akan menjadi dasar, rekomendasi siapa orang yang cocok menjadi pasangan kita (berdasarkan identitas ini).

2. Pengguna yang dapat mendaftar hanya dari suku Karo
Yah, kalo memang aplikasinya memang aplikasi jodoh suku Karo, maka yang pake juga orang Karo kan. Tapi gak menutup kemungkinan juga sih, kalo ada yang dari suku lain, mau cari jodoh suku Karo. Tapi dia haruslah menyesuaikan dengan 6 identitas tadi. Kalau seseorang itu berasal dari suku jawa, maka kemungkinan besar merga, bebere sampe kampahnya marga "jawa" semua. Eh, tapi jadi malah gak berfungsi jadinya 6 identitas itu ya, karena memang jadinya pasti tidak ada hubungan kekerabatan. Ya, kalau orang batak, sih sepertinya bisa, karena kadang banyak yang mengkonversi marga dari suku Batak ke Karo. Tapi kalo diluar itu, mungkin agak kurang efektif jadinya. Kalo Emma Watson mau pake aplikasi ini, aku sarankan tidak usah. Karena kita bisa kok menjalin hubungan, kamu kan beru England :D

3.Fitur chat dan sticker corak dan bahasa Karo
Setelah pengguna mendapatkan rekomendasi pasangan yang cocok, maka selanjutnya pengguna dapat berkomunikasi dengan orang itu melalui fitur chat. Selain dapat berkenalan, pengguna juga dapat saling bertukar sticker yang bentuknya berdasarkan ciri khas atau corak Karo. Bahasa yang digunakan juga adalah bahasa Karo. Ini akan dapat melestarikan bahasa Karo juga lho. Karena memang sekarang ini banyak yang sudah tidak tahu bahasa Karo. Oh, iya sebelumnya saya juga pernah membuat sebuah akun pada facebook dan instagram untuk belajar bahasa Karo. Yang ingin belajar dapat berkunjung langsung ke halaman fanspage facebook cakap Karo dan follow instagram @cakapKaro.

4. Fitur pantun dan istilah Karo untuk "menggombal"
Suku Karo juga punya karya sastra dalam bentuk pantun. Pantunnya ada yang memang pantun jenaka, pantun didikan juga pantun rayuan. Memang dulu katanya, pemuda Karo kalo merayu seorang gadis itu ya kadang pakai pantun. Bila si pemuda sudah memberikan pantun, maka giliran si gadis yang akan membalas. Balasan si gadis harus berbentuk pantun juga. Jadinya akan seperti "permainan" ya, siapa yang akan duluan kehabisan pantun. Jadi dengan adanya fitur ini, pengguna dapat memilih pantun yang dia mau sampaikan ke seorang gadis, yang menurut aplikasi cocok untuknya. Dengan adanya pantun ini, juga akan mengingatkan kembali pantun-pantun yang pernah ada di suku Karo. Tak menutup kemungkinan dibuat pula pantun-pantun baru, sehingga perbendaharaannya lebih banyak. Hal ini juga berlaku untuk istilah-istilah pada suku Karo.

Ya itulah ledakan imajinasi yang terpikirkan olehku saat ini. Memang mungkin aplikasi ini akan dibuat nantinya. Terkhusus untuk fitur no 1, aku gak tau apakah orang-orang mau betul-betul menaatinya. Tapi siapa yang tau ya. Manatau makin lestari kembali kebudayaan suku Karo? Kalau ada yang punya ide fitur tambahan, dapat menuliskan pada kolom komentar ya.

Okelah, sampai jumpa di ledakan imajinasi selanjutnya :)
Mejuah-juah man banta kerina.

Universitas Pokémon Go!



" membaca komen tersebut tiba-tiba terjadi letupan-letupan imajinasi di dalam kepalaku. Wah kalau memang ada Universitas Pokemon Go, gimana ya?"


Haloo.
Apa kabar kita semua? Adakah yang sedang main pokemon GO? :D. Kan memang lagi booming sekali permainan yang satu ini kan. Saking boomingnya, sampe-sampe di tv sejenis Metro TV dan TV One pun udah itu pulak berita yang mereka tayangkan. Kurasa tinggal tunggu waktunya Pikachu, Bulbasaur, Charmander dan Squirtle diundang ke mata najwa atau Indonesia Lawyer Club.

Jadi begini. Di postinganku sebelumnya yang tentang aksara kan aku udah cerita bahwa aku bergabung dengan salah satu grup whatsapp komunitas blogger (Warung Blogger). Jadi setiap hari selasa dan jumat itu, ada event yang diselenggarakan oleh admin pada grup itu. Eventnya adalah, 6 orang yang sudah di listkan sebelumnya akan memberikan salah satu postingan di blognya di grup. Kemudian semua anggota grup wajib mengomentari postingan blog tersebut.  Nah, di salah satu blog yang aku kasi komentar kemarin, aku ada baca komen-komenan mereka tentang universitas. Memang topik blognya tentang rencana si empunya blog yang mau mendaftar ke jurusan di salah satu universitas. Ini penampakan komennya:



Nah, membaca komen-komen tiba-tiba terjadi letupan-letupan imajinasi di dalam kepalaku. Wah kalau memang ada Universitas Pokemon Go, gimana ya? Langsunglah agak berwarna-warni kulihat di sekelilingku, karena memang sudah terjadi ledakan imajinasi luar biasa di kepala. Jadi kalaulah memang ada Universitas Pokemon Go, maka apa dan bagaimana bentuk universitasnya? Yok kita cekidot ledakan imajinasiku kali ini :)

1. Punya Beberapa Fakultas Berbeda
Ya seperti yang kita tahu, kalau dikatakan Unversitas berarti wajib punya beberapa Fakultas. Nah kalau Pokemon Go ini ada universitasnya, maka fakultas yang mungkin ada adalah berikut:

  • ·         Fakultas Penangkapan, Pemeliharaan dan Evolusi Pokemon
  • ·         Fakultas Ilmu Pertarungan Pokemon
  • ·         Fakultas Kesehatan Pokemon
  • ·         Fakultas Teknik Desain Pokeball
  • ·         Fakultas Teknik Industri Candy


Nah, di dalam 3 fakultas ini nantinya akan ada jurusan-jurusan yang lebih fokus lagi di dalamnya.  Di zaman universitas ini berdiri, nantinya permainan Pokemon Go sudah semakin canggih, di mana dari segi gameplay menangkap dan memelihara pokemon akan dibuat sereal mungkin. Jadi waktu untuk bertumbuh pokemon memakai sistem realtime. Jadi kalau katanya evolusinya butuh waktu 30 hari, berarti betulan 30 hari waktu bumi yang dipakai. Disini pokemon juga bisa mati kalau gak pernah diurus dan dikasi makan.

2. Setiap Mahasiswa Wajib Memiliki 1 Buah Pokemon dan Ikut Ospek Pokemon
Kita semua sudah tahu yang namanya Harry Potter kan? Masih ingat gak, kalau sebelum masuk sekolah di Hogwart, si Harry harus beli perlengkapan sihir dan hewan sihir terlebih dahulu. Nah, sama halnya dengan Universitas Pokemon Go ini. Jadi sebelum masuk mahasiswa barunya wajib punya Pokemon Go yang didalamnya terdapat minimal 1 pokemon.

Ospek di universitas Pokemon Go ini berbeda dengan universitas pada umumnya. Kalau di universitas di dunia manusia kan, mahasiswanya yang diospek kan. Nah, di universitas Pokemon Go ini beda, yang diospek pokemonnya. Jadi si pokemon ini akan diuji ketangguhannya, dengan cara latihan militer. Jadi si mahasiswa baru nantinya, wajib memasukkan pokemonnya dalam sebuah Gym ospek. Disitu pokemon disuruh push up, lompat kodok, dimarah-marahi dsb. Yang marah-marahi nanti pokemon milik mahasiswa senior. Untuk si mahasiswa baru, disitu dia harus berusaha menjaga agar pokemonnya tidak sampai keletihan dan berujung kematian. Dengan makanan yang cukup serta candy yang tepat, pokemon akan dapat bertahan.  Bukan tak mungkin ospek berujung pada air mata, karena disini pokemon rasanya sangat tersiksa.

 Yang sedikit mirip dengan ospek di universitas lainnya adalah, si pokemon nanti disuruh pakai tas goni, kaus-kaki warna-warni, bawa pete dan lain-lain. Barang ini dapat di beli dalam Pokemon Store. Jadi di masa universitas Pokemon Go ini nantinya, pokemon bisa dikasi aksesori. Bahkan gak menutup kemungkinan ke depannya bisa dikasi senjata dan armor. *bayangkan pikachu pake shotgun atau charmander pake samurai :D

3. Tugas Akhir Kajian Tentang Hal Yang Berkaitan dengan Pokemon
Setiap mahasiswa yang sudah memasuki tingkat akhir, akan menghadapi yang namanya Tugas Akhir dan Skripsi. Jadi disini nanti, si mahasiswa wajib melakukan penelitian, baik tentang pokemon ataupun hal yang berkaitan dengan pokemon (pokeball, candy, jurus2). Jadi contoh-contoh skripsinya bisa begini:
  • ·         Analisa Peningkatan Efektivitas Jurus Tegangan 10.000 Volt Pikachu dengan Penggunaan Candy X pada Pertarungan Dengan Pokemon Serangga
  • ·         Perancangan Desain Poke Ball Dengan Kapasitas 2 Pokemon
  • ·         Pengaruh Pertarungan Pokemon Lebih dari 3 Kali Dalam Satu Hari Terhadap Berat Badan Pokemon

4. Lulusan Universitas Pokemon Akan Siap Bersaing Di Dunia Perpokemonan
Setelah tamat dari universitas ini nantinya, sudah ada lapangan pekerjaan yang menunggu. Pekerjaan yang dapat diambil sesuai dengan Fakultas yang telah diambil di universitas. 

  • Fakultas Penangkapan, Pemeliharaan dan Evolusi Pokemon
Kerjanya jadi pedagang dan peternak pokemon. Dia bisa jual pokemonnya, sama orang-orang yang pengen punya pokemon atau pokemon battler.

  • Fakultas Ilmu Pertarungan Pokemon
Kerjanya sebagai pokemon battler. Mereka akan ikut kompetisi-kompetisi yang diadakan di gym-gym.  Mereka melatih pokemon mereka dengan teknik-teknik tertentu.

  • Fakultas Kesehatan Pokemon
Mereka fokus dalam pemulihan pokemon. Kalau ada pokemon yang sakit atau luka-luka setelah battle, merekalah yang mengurus. Dengan penangangan yang tepat, pokemon akan bisa cepat sembuh.

  • Fakultas Teknik Desain Pokeball
Nantinya, akan bertambah banyak jenis-jenis pokemon. Dengan bertambah jenis pokemonnya, pokeball pun mulai dilakukan pengembangannya. Yang fokus mengembangkan ya lulusan fakultas ini. Nanti bisa aja dibuatnya, satu pokeball bisa berisi lebih dari satu pokemon. Jadi semacam kost-kostan gitu udah pokeballnya. :D

  • Fakultas Teknik Industri Candy
Untuk kepentingan evolusi, candy cukup berperan. Nantinya akan dikembangkan bermacam-macam candy, yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan pokemon ataupun proses evolusi.


Jadi demikianlah ledakan imajinasi yang terjadi di dalam pikiranku, saat aku membayangkan kalau Pokemon Go nya ada universitas . Mungkin ini ide yang sangat konyol, tapi siapa tau ada yang mau buat kan :D Ntah ada yang mau buat game juga, bentuknya begini? Who knows ;)

Sampai jumpa di ledakan imajinasi selanjutnya. ;)

 sumber gambar :
https://pbs.twimg.com
http://pinterest.com
http://robbybie.com/

Aplikasi Konversi Aksara Daerah-daerah di Indonesia




"Melihat ini, mulailah terjadi ledakan imajinasi di dalam kepalaku. Aku terpikir, bagaimana ya agar aksara-aksara ini akan populer kembali?"



Alohaa.

Apa kabar kita semuanya? Kita jumpa lagi di blog kesayanganku *aku gak tau kalian sayang sama blogku atau tidak :D

Baru-baru ini aku bergabung dalam salah satu grup blogger di whatsapp. Sebenarnya bukan hal yang mudah bagiku untuk langsung membaur, karena mayoritas di dalam grup itu, mereka sudah saling kenal semua. Jadinya terpaksa harus "sok-sok kenal" dan "cari perhatian" begitu. :D Tapi gak apalah, baru kali ini juga masuk ke dalam satu grup untuk interaksi.  Biasanya masuk grup blogger, cuma untuk berbagi post baru saja. Jadi ada waktunya untuk adaptasi.

Oh iya, di salah satu chat tadi malam, kami ada membahas tentang bahasa daerah. Bermula dari aku yang tak paham arti karep, yang teman-teman ucapkan (yang jadinya semalam aku tau itu bahasa sunda artinya terserah),  akhirnya pembicaraan berujung pada aksara jawa. Memang aku sudah tau dulu ada yang namanya aksara jawa karena skripsiku pas kuliah itu tentang aksara karo, jadinya memang skripsi tentang aksara jawa jadi salah satu referensiku.


Berbicara tentang aksara, aku rasa ada banyak lagi sebenarnya aksara di seluruh indonesia ini ya. Kalo batak aja punya beberapa, aksara batak beda, aksara karo beda, aksara batak simalungun beda. Aksara lampung juga ada katanya, serta aksara bali dan sunda. Melihat ini, mulailah terjadi ledakan imajinasi di dalam kepalaku. Aku terpikir, bagaimana ya agar aksara-aksara ini akan populer kembali? Karena memang masih banyak yang belajar aksara ini di sd atau smp, tapi untuk masalah penggunaan sangat jarang dipakai dan cenderung lupa. Padahal ini adalah salah satu kekayaan bangsa kita.

Ledakan imajinasi di kepalaku memunculkan sebuah ide tentang aplikasi yang dapat mengkonversi huruf alphabet ke dalam ke dalam aksara-aksara dari berbagai suku. Lalu kalau aplikasi ini ada, apa kira-kira fitur yang dimilikinya ya? Mau tau apa, yok cekidot :)

1. Fitur Konversi Kalimat Dalam Bentuk Abjad Ke dalam Aksara
Nantinya aplikasi ini akan dapat mengkonversi setiap  kalimat yang diinputkan oleh pengguna. Apakah diketik secara manual, atau dengan menscan melalui foto, aplikasi ini dapat mengkonversi kalimat ke dalam aksara yang kita tentukan. Ini tentunya membantu memudahkan kita untuk belajar lagi bagaimana menuliskan aksara itu, karena semakin sering kita lihat dan kenali terjemahan dalam aksaranya, maka kita akan semakin ingat apa artinya.

Dalam aksara karo sendiri ada hal yang unik. Karena orang karo zaman dahulu, tidak memiliki perbendaharaan huruf yang sama dengan huruf latin, maka ada sebagian huruf latin yang tidak dapat dikonversi kedalam sebuah aksara. Contohnya seperti v dan f. Orang karo tidak mengenal huruf itu. Oleh karena itu kalau kita konversi kata Luffy akan diubah jadi Luppy. Monkey D. Luppy :D

2. Fitur Gamifikasi Aksara
Gamifikasi yang dapat dilakukan disini adalah, dalam bentuk permainan pengenalan huruf aksara. Mungkin saja nanti ada level-levelnya terlebih dahulu. Di level awal, mungkin hanya pengenalan huruf saja. Aplikasi menampilkan sejumlah huruf aksara, dan si pengguna harus menebak apa terjemahan dalam huruf latinnya. Dalam level selanjutnya, mungkin sebuah katalah yang harus di tebak. Dan di level akhir adalah kalimat. Kalimat yang diterjemahkan pun bukan kalimat biasa, tapi bisa berbentuk pantun atau peribahasa dari suku aksara tersebut. Karena saya percaya setiap suku pasti punya pantun dan peribahasa sendiri. Dengan memanfaatkan fitur ini, kita bisa kembali diingatkan tentang pantun dan peribahasa yang sudah ada sejak dulu oleh nenek moyang di suku kita masing-masing.

3. Fitur Share Aksara
Setiap kalimat yang telah kita konversi, dapat kita bagikan ke pada teman-teman kita melalui sosial media. Ini tentunya akan membuat orang-orang juga semakin mengetahui bahwa kita punya kebudayaan yang kaya. Keren kan, kalau kita share curhatan kita dalam bentuk aksara. Orang yang mau baca pun harus belajar aksara itu dulu jadinya :D Kalau jepang punya huruf katakana, maka indonesia punya Hanacaraka. Siapa yang tau, nanti raw manga gak lagi dalam huruf jepangs aja, tapi juga dalam huruf aksara jawa atau aksara karo :D

4. Fitur Translasi Bahasa Indonesia Ke Bahasa Daerah
Ya mungkin agak berbeda dengan fitur yang nomor 1 ya. Kalo fitur nomor satu kan untuk mentranslasi dari huruf latin ke huruf aksara. Kalau fitur ini untuk mentranslasi dari bahasa Indonesia ke bahasa daerah dan sebaliknya. Kita pasti sudah tau ya kalau google translate sekarang sudah punya bahasa daerah di Indonesia, yaitu bahasa Jawa dan Sunda. Nah, dengan adanya aplikasi ini nantinya, mungkin akan ada riset juga terhadap bahasa-bahasa daerah, agar proses translasi juga melebar ke bahasa daerah lainnya.
Mengapa tidak buat aplikasi khusus sendiri saja untuk ini. Aku pikir sih digabung saja ya, karena kalau mau dibuat aplikasi sendirinya pun, ledakan imajinasi di kepalaku masih tetap gini juga. Jadi kugabung disini ajalah ya. :D

Jadi  demikianlah ledakan imajinasi yang muncul dalam kepalaku tadi. Aplikasi ini kalau memang ada, akan sangat berguna untuk melestarikan budaya kita. Juga memudahkan adik-adik kita yang masih sekolah untuk  belajar aksara itu. Biar gak main pokemon go aja mereka semua, aksara go sekali-kali. :D

Okelah, sekian ledakan imajinasi kali ini. Sampai jumpa pada letupan imajinasi selanjutnya.
Daaaa. :)

sumber gambar: http://arikokena.blogspot.co.id
https://dhenokhastuti.files.wordpress.com

Tips Mencari Ide Saat Membangun Aplikasi - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 7

Aku sering melakukan hal ini dan sering cukup membuat orang disekitarku heran. Mereka bertanya-tanya mengapa aku berkeliling-keliling dal...