Skip to main content

Tips Bekerjasama Sebagai Programmer - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 4

"aplikasi tidak hanya berbicara tentang kode program saja, namun juga alur kerja dan desain. Seorang programmer bisa saja memiliki ketiga kemampuan tersebut. Namun pasti akan sangat melelahkan kalau harus bekerja sendirian."




Seperti pelajaran PPKN yang dulu pernah aku pelajari, di salah satu babnya mengajarkan tentang kerjasama dalam bentuk gotong royong. Selain dapat membuat pekerjaan lebih cepat selesai rasa kesatuan dan kebersamaan dapat dicapai bila pekerjaan tidak dilaksanakan sendirian, melainkan bersama-sama.

Kerjasama yang dilakukan oleh programmer tidak hanya antar sesama programmer saja, namun juga dengan bagian lain. Dalam membuat aplikasi, memang seorang programmer akan menghadapi kendala baik dalam bentuk error ataupun masalah algoritma. Namun aplikasi tidak hanya berbicara tentang kode program saja, namun juga alur kerja dan desain. Seorang programmer bisa saja memiliki ketiga kemampuan tersebut. Namun pasti akan sangat melelahkan kalau harus bekerja sendirian.

Dari pengalamanku sebagai programmer, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat berdiskusi tentang desain dan alur dengan orang yang berkaitan. Mari kita lihat.
 
1. Bekerjasama dengan sesama programmer
 
sumber gambar: dreamstime.com
Seperti yang aku katakan diatas, kerjasama antara sesama programmer biasanya kalau ada error yang terjadi, bug muncul serta bila ada algoritma yang cukup sulit. Kalau ada error, biasanya aku coba sendiri dulu mencari solusinya di internet. Caranya sesuai yang aku sampaikan di troubleshooting masalah coding. Kalau masalahnya cukup sulit dan tidak bisa diselesaikan sendiri saja, maka mungkin waktunya meminta bantuan programmer lainnya.

Saat teman sudah melihat kode program yang aku buat, sering ada pengalaman yang lucu juga. Kadang error terjadi karena ada syntax yang salah atau tidak ada ";". Kadang ada masalah yang sebenarnya teman tidak bantu pun, tapi karena aku coba menjelaskan masalanya, jadinya aku sendiri yang tau permasalahannya dimana dan akhirnya masalahnya selesai. Jadinya temanku hanya lihat-lihat saja, selesai permasalahannya. Hal-hal itu biasanya terjadi, kalau kepalaku udah pusing, jadinya melihat yang salah pun jadi dianggap betul.

Selain kerjasama saat ada masalah dalam kode, kerjasama yang biasa yang kami lakukan dalam membuat aplikasi adalah membagi tugas. Pembagian tugas yang umum kami lakukan itu adalah pembagian sesuai modul-modul. Misal aku mengerjakan modul  admin, temanku mengerjakan modul operator. Ada banyak sih cara membagi tugas yang kami lakukan. Hal yang terpenting adalah, saat kita membagi tugas jangan sampai ada file yang saling menimpa. Kalau sudah tertimpa, sia-sialah semua pekerjaan kita.

2. Bekerjasama dengan analis atau langsung dengan klien
sumber gambar : cvr-it.com

Kalau perusahaan kalian ada analisnya, mungkin analislah yang akan sering berjumpa dengan klien serta merumuskan bagaimana alur kerja serta modul-modul di aplikasi sesuai dengan kebutuhan klien. Kalau tidak, ya berarti programmer sendiri yang merancang alur serta modulnya.

Bekerjasama dengan analis harusnya lebih mudah daripada bekerjasama dengan klien langsung. Karena umumnya (katanya) analis itu paham teknis pemrogramannya. Jadi kalaupun ada alur yang membutuhkan teknis yang rumit, programmer dapat menjelaskan pada analis dan analis bisa mengerti dan mencari solusi bersama.

Berbeda ceritanya kalau langsung dengan klien, terkhusus klien yang memang awam dalam teknis pemrograman. Programmer harus berusaha menjelaskan teknis dengan jelas kepada klien. Karena seringkali klien merasa sebuah fitur itu gampang dibuat, karena gampang dipakai namun sebenarnya sangat sulit untuk dibuat.

Kerjasama lainnya yang dilakukan dengan klien adalah saat ada data yang harus diambil. Programmer harus memilki data yang lengkap dari klien agar aplikasi dibuat sesuai dengan data yang ada di solusi manual.

3. Bekerjasama dengan ahli desain
sumber gambar : enest.net

Di awal membuat aplikasi, biasanya programmer tidak mau memikirkan tentang desain yang bagus atau tidak. Yang penting fitur sudah berjalan dan aplikasi sudah sesuai dengan alur kerja kebutuhan klien. Saat bekerjasama dengan ahli desain, yang penting diperhatikan adalah teknis pengaplikasian desain ke teknis pemrograman. Terkhusus bila desainnya dibuat dari photoshop langsung atau aplikasi desain lainnya. Terkadang desain yang memang bagus, belum tentu cocok secara fungsionalitas di aplikasi.

Itulah beberapa pengalamanku saat bekerjasama dengan teman-teman di kantor sebagai programmer. Pasti ada kerjasama di hal-hal lainnya juga. Tapi setidaknya dalam membuat aplikasi hal-hal itu yang pernah aku alami.

sumber gambar fitur : ilmu-ekonomi-id.com 


-------------------------------FYI-----------------------------------------------
Artikel ini adalah bagian dari Blog Series "Pengalaman Sebagai Programmer".
Lihat artikel lainnya disini
---------------------------------------------------------------------------------

Comments

  1. Bekerjasama memang paling menyenangkan walaupun dalam kerjaan lagin juga
    menjadi programmer sepertinya menyenangkan tapi kalo lihat temen2 saya yang berpropesi sbgai programmer sering pusing ahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mas, biar gak sering pusing makanya harus kerjasama :D

      Delete
  2. oh gt ya, aku sih profesinya bukan programer jd baru tahu

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Aplikasi Pencari Jodoh Suku Karo

Ketika Freshgraduate Bekerja Pertama Kali Sebagai Programmer - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 2

Sebelumnya, kita telah mengetahui beberapa tips saat melamar pekerjaan sebagai programmer. Bila masih belum diterima dalam pekerjaan, maka jangan putus asa. Kembali cari perusahaan yang sedang membutuhkan karyawan. Apabila anda sudah diterima bekerja sebagai programmer, maka aku mengucapkan selamat datang.
Apa yang ada di pikiran anda, saat membayangkan bekerja sebagai seorang programmer. Kalau dulu yang aku pikirkan adalah, aku akan membuat aplikasi yang keren dan membantu banyak orang. Dan memang seperti itulah adanya. Di awal pekerjaan, aku dan teman yang baru masuk langsung mendapat pekerjaan untuk memperbaiki tampilan dan fungsi yang rusak pada sebuah aplikasi yang telah ada.
Di awal, beban kerja yang diberikan berbagai perusahaan mungkin berbeda-beda. Ada yang langsung membebankan karyawan untuk mengerjakan pekerjaan yang berat. Ada pula perusahaan yang memberikan waktu bagi programmer barunya untuk belajar terlebih dahulu. Belajarnya dapat melakukan training ataupun menyelesa…

Tips Melamar Pekerjaan Sebagai Programmer - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 1

Skripsi bagi mahasiswa tingkat akhir mungkin merupakan suatu perjuangan yang sangat melelahkan. Bila akhirnya skripsi selesai dan sidang berhasil dilalui, maka rasanya itu seperti sudah menuntaskan misi penyelamatan sasuke dari orochimaru (dalam hal ini sasuke berhasil diselamatkan). Menanti jadwal wisuda sambil mengenang masa-masa rumit saat mengerjakan skripsi yang telah berhasil dilalui merupakan hal yang menyenangkan. Tapi semua akan berubah saat perjalanan sebagai seorang jobseeker dimulai.
Mencari pekerjaan sebenarnya tidak terlalu sulit. Ada begitu banyak lowongan pekerjaan yang dapat dilihat melalui media cetak maupun media online serta media sosial. Namun yang menjadi kesulitan adalah disaat tidak ada lowongan pekerjaan yang betul-betul sesuai dengan keinginan atau latarbelakang pendidikan kita. Oleh karena itu saat sudah ada lowongan pekerjaan yang tepat, kita harus betul-betul mempersiapkan diri untuk itu.
Karena aku adalah seorang programmer, maka aku mau membagikan beb…