Tips Belajar Bahasa Pemrograman Baru - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 5



"Bagi seorang programmer sendiri, menurutku kenapa perlu belajar bahasa pemrograman baru biasanya untuk kepentingan bertahan hidup"

 

Perkembangan zaman membuat segalanya juga ikutan berkembang, termasuk perkembangan dunia pemrograman. Cara membuat sebuah program komputer dulu dan sekarang jauh berbeda. Kalau dulu mungkin bahasanya masih sulit dimengerti, karena kebanyakan bahasa teknis dan mungkin malah bahasa mesin.

Sekarang ini programmer sangat mudah dalam membuat sebuah program, karena sudah ada banyak jenis bahasa pemrograman yang diciptakan  dengan syntax yang mudah dimengerti oleh manusia. Itu juga yang membuat sekarang banyak workshop atau pelatihan pemrograman yang ditujukan khusus untuk orang awam karena bahasanya sudah mudah dimengerti. Malah ada juga program pelatihan yang bertajuk "coding mom" dimana ibu-ibu dilatih untuk bisa menggunakan bahasa pemrograman untuk membuat aplikasi.

Belajar bahasa pemrograman baru untuk bertahan hidup
sumber gambar : dmnews.com

Bagi seorang programmer sendiri, menurutku kenapa perlu belajar bahasa pemrograman baru biasanya untuk kepentingan bertahan hidup. Maksudnya bertahan hidup adalah melihat tren bahasa pemrograman yang umum digunakan untuk membangun aplikasi yang laku di pasaran. Kalau bahasa pemrogramannya sudah tidak dipakai lagi tentu tidak dapat menghasilkan pundi-pundi dan tidak ada uang untuk makan.

Aku sendiri dulu melamar di kantor konsultan yang tempatku bekerja adalah sebagai programmer desktop. Itu karena bahasa pemrograman yang aku kuasai itu kebanyakan bahasa pemrograman desktop semacam Matlab, C#, delphi, c++ dsb. Aplikasi yang pertama aku kerjakan adalah aplikasi retribusi sampah yang pernah dibuat oleh programmer sebelumnya di kantor. Ada bebeapa perbaikan pada aplikasi tersebut,  oleh karena itu aku bersama-sama dengan rekan yang baru masuk memperbaiki aplikasi tersebut. Dan misi kami berhasil, karena aplikasinya berhasil kami perbaiki.

Setelah aplikasi tersebut selesai, aku ada membuat 3 aplikasi desktop lainnya. Namun yang terakhir tidak selesai karena aplikasi itu semacam aplikasi ujicoba, sedangkan waktu itu sudah ada proyek yang masuk namun berbasis web.  Disitulah awal mulanya aku belajar bahasa pemrograman yang baru, php dan javascript . Sebenarnya gak baru-baru amat sih, tapi dulu pas di kampus aku gak terlalu serius belajarnya karena suatu hal. Dan selanjutnya sampai sekarang, malah aku mengerjakan aplikasi web terus, karena permintaan aplikasi desktop sudah jarang.

Mengikuti paket tutorial membosankan
sumber gambar : businessinsider.com

Awalnya aku belajar bahasa pemrograman itu lagi dengan cara mengedit dan mengupgrade fitur aplikasi web yang sudah ada. Proyek yang aku kerjakan memang adalah pengembangan aplikasi yang pernah dibuat sebelumnya, sehingga aku tidak membuat aplikasi dari awal. Tidak terlalu sulit untuk mengedit aplikasi tersebut, karena ada banyak tutorial di internet. Dan sebenarnya perbedaan mendasar antara semua bahasa pemrograman adalah masalah penulisan atau syntax. Kalau syntax dapat dimengerti, akan lebih mudah menggunakan bahasa pemrograman baru karena selanjutnya kemampuan logika yang berperan disitu.

Setelah aku selesai mengembangkan aplikasi itu, aku coba belajar lagi khusus php dan javascript. Cara belajar yang aku lakukan adalah dengan mengikuti sebuah tutorial bahasa pemrograman php. Jadi di tutorial itu dijelaskan tentang apa saja syntax serta bagaimana menggunakannya. Dari seluruh bab tutorial aku berhasil mengikuti semua instruksi dari tutorial. Namun ntah mengapa aku merasa tidak puas saat selesai belajar tutorial tersebut. Hal itu juga aku rasakan saat aku belajar dari tutorial bahasa pemrograman javascript dan jquery. Rasanya ntah kenapa, sia-sia belajarnya.

Di tahun 2016 aku mulai belajar bahasa pemrograman android. Aku kembali belajar dengan cara yang sama mengikuti paket-paket pada tutorial. Dan kembali, rasanya biasa saja. Suatu saat terlintas dalam pikiranku untuk membuat sebuah aplikasi yang punya nilai guna dan orisinil. Dan akhirnya aku pun membuat aplikasi itu.

Belajar melalui pembuatan aplikasi yang orisinil dan bermanfaat
sumber gambar : nesta.org.uk

Saat membuat aplikasi tersebut, aku memang masih membaca tutorial. Tapi aku membaca tutorial itu karena aku ingin membuat sesuai dengan aplikasi yang sudah ada dalam pikiranku. Jadi apa yang aku butuhkan untuk membangun aplikasi itu, itu yang aku cari. Misalnya kemarin aku ada ide buat aplikasi tips video dari youtube. Berarti kalau aplikasi itu yang aku mau buat, aku harus caritahu bagaimana cara menampilkan video youtube di perangkat android. Nah itulah tutorial yang aku cari dan pelajari, kemudian dibuat di aplikasi yang aku sudah rencanakan.

Ketika aplikasinya sudah jadi sesuai dengan ideku diawal, aku pun merasa puas. Karena aplikasi ini punya manfaat dan bisa aku gunakan sebagai portofolio, karena idenya juga orisinil. Itu yang membuat aku bersemangat belajar, karena sambil membuat sebenarnya disitulah aku belajarnya.

Mungkin yang membuat belajar dari tutorial menjadi kaku adalah karena kita hanya mengikuti apa yang disuruh oleh tutorial. Itu yang membuat setelah selesai pun aplikasi dibuat, kadang tidak ada rasa puas. Tapi saat kita membuat sesuatu karena suatu tujuan yang jelas, jadinya lebih bersemangat mengerjakannya.

Itu sih pengalamanku saat belajar bahasa pemrograman baru. Jadi semisal aku nanti harus belajar bahasa pemrograman Swift (untuk membuat aplikasi ios) yang aku belum pernah pelajari, berarti aku langsung aja pikirkan mau buat aplikasi apa, lihat apa hal yang dibutuhkan untuk membuat itu kemudian baru aku cari tahu cara membuatnya.

 sumber gambar fitur : eduonix.com

-------------------------------FYI-----------------------------------------------
Artikel ini adalah bagian dari Blog Series "Pengalaman Sebagai Programmer".
Lihat artikel lainnya disini
---------------------------------------------------------------------------------

6 comments:

  1. Kalau masa sekarang dikarenakan akses ke server semakin mudah, bahasa pemrograman compiler di server semacam Go atau Scala menjadi populer.

    ReplyDelete
    Replies
    1. selain bahasa dan teknik koding, infrastrukturnya juga sudah sangat mendukung ya mas

      Delete
  2. Ditunggu lanjutannya. Sama kalau boleh tambahkan link biar tambah wawasan hehe biar bervariasi juga refrensi saya hehe

    ReplyDelete
  3. Pusing kalau otak2 html...apalagi kalau disuruh belajar programan. Keren deh kamu...bisa sanggup menjalaninya. Semangat yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mbak, namanya juga sesuai passion :)
      kalau mbak artha juga pasti punya pekerjaan yang saya pikir bakal sulit juga mengerjakannya :)

      Delete

Testing Aplikasi : Mengapa aplikasi harus selalu ditest kembali? - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 11

"Testing ini perlu dilakukan, bahkan saat aplikasi sudah di tangan pengguna. Malah kadang lebih mudah mengetahui apabila ada error...