Bagaimana Kalau Harvest Moon Dibuat Di Tanah Karo?



"Jadi kan pas aku nengok screenshot gamenya, terjadilah ledakan imajinasi di dalam kepalaku. Wah, kan intinya di Harvest Moon ini kan berladang dan beternak. Berarti miriplah sama di daerahku Tanah Karo. Nah akhirnya terpikirlah aku, gimana ya kalau Harvest Moon dibuat versi Tanah Karonya?"


Aloha.

Selamat pagi-siang-malam bagi kita semua . Ketemu lagi di ledakan imajinasi pertama di tahun 2016. Aduh typo pulak bah, 2017nya maksudku. :D
Apakah kabar kalian semua di tahun yang baru ini? Ada yang buat resolusi? Atau ada yang ganti resolusi dari 720 ke 1020 atau nyampe 2040 :D

Oke. Kali ini aku akan cerita tentang ledakan imajinasi yang berkaitan dengan game paling berkesan yang pernah aku mainkan. Harvest Moon. :) Yup, aku rasa teman-teman semua sudah taulah ya game Harvest Moon atau minimal dengarlah. Game ini dikembangkan di banyak konsol sampai saat ini, tapi tetap inti gamenya adalah seorang pemuda/pemudi yang punya ladang untuk diolah, ternak dipelihara dan warga-warga sekitar yang bisa diajak berinteraksi dan kalau beruntung bisa dinikahi :D aku pertama kali main di PS1 dulu, direkomendasikan temanku. Asli, sekali main langsung ketagihan sampe-sampe begadang mainnya, karena nanam bibit sama cari uang dari nambang.

Nah, kenapa aku bisa teringat lagi sama Harvest Moon? Jadi begini, aku kemarin baca artikel di Tech In Asia Indonesia, tentang 3 gameindie yang paling populer. Nah, salah satu game yang dibahas disitu adalah Stardew Valley. Stardew Valley ini adalah game yang dibuat oleh seorang fans harvest moon. Secara indie, dia mengembangkan game ini yang terinspirasi dari Harvest Moon. Dilihat dari screenshot gameplaynya saja pun, udah kental rasa Harvest Moonnya. Jadi kan pas aku nengok screenshot gamenya, terjadilah ledakan imajinasi di dalam kepalaku. Wah, kan intinya di Harvest Moon ini kan berladang dan beternak. Berarti miriplah sama di daerahku Tanah Karo. Nah akhirnya terpikirlah aku, gimana ya kalau Harvest Moon dibuat versi Tanah Karonya? Mau tau gimana jadinya?
Yok kita xekidot.

(Perbandingan dilakukan dengan Game Harvest Moon Back To Nature-HMBTN di PS1)
1. Setiap karakter punya marga
Setiap orang pada suku Karo memiliki marga masing-masing. Di suku Karo, terdapat 5 marga utama, yaitu Ginting, Sembiring, Perangin-angin, Tarigan dan Karo-karo. So, itu berlaku juga di game Harvest Moon versi Tanah Karo. Misalnya Karen Tarigan, Rick Sembiring atau Gotz Karo-karo. Karakter utama boleh dipilih mau dibuat marga apa. Kalau aku yang main, pasti kubuat marga Ginting. Kan aku Jakup Ginting :D

2. Hewan ternaknya ada babi dan bisa di jual di BPK
Kalo di HMBTN kan hewan ternaknya cuma ada 3 jenis, lembu, domba dan ayam. Nah kalo dibuat di Tanah Karo, maka tambah 1 lagi, yaitu B2 aka babi. Ya karena memang mayoritas orang karo tidak pantang untuk makan B2, maka banyak yang beternak B2. Nah kalo di HMBTN kan ayam dijual sama Rick dan Lembu serta domba sama Barley. Kalo di Tanah Karo, terpaksa ditambah 1 lagi karakternya. Kita buatlah namanya si Tongat. Jadi pemain bisa jual B2nya sama si Tongat ini. Kalo lembu diambil susunya, domba diambil bulunya dan ayam diambil telornya. Nah kalo B2 ini dijual dagingnya untuk dipanggang. Si Tongat disini punya rumah makan BPK. Bagi yang gak tau apa itu BPK, BPK adalah Babi Panggang Karo. Ini adalah salah satu makanan khas Tanah Karo.

3. Ada pesta tahunan gendang guro-guro aronnya
Kalo di HMBTN biasanya ada festival-festival tahunannya. Nah kalau dibuat versi Tanah Karonya, maka khusus untuk festival panen ada sedikit penyesuaian. Disini dibuat namanya kerja tahun. Di kerja tahun ini selain pesta panen ada juga acara nari-nari, nyanyi-nyanyi dan gendang-gendangnya dibuat. Pemuda dan pemudi kampung akan landek/menari disini, sambil ada perkolong-kolong/biduan yang akan menyanyi dan adu menari sambil diiringi gendang ataupun organ tunggal :D Serulah. Jadi kalau di game HMBTN versi karo ini nanti, adu menari dibuat cara mainnya kayak Ayo Dance gitu.

4. Mother Hill diganti jadi Gunung Sibayak
Bagi teman-teman yang mendengar daerah "Tanah Karo"  mungkin akan mengingat tentang Gunung Sinabung, yang masih erupsi hingga saat ini. Nah, sebenarnya di Tanah Karo ada 2 Gunung berapi, Gunung Sinabung yang dulunya diketahui sudah mati tapi aktif kembali, dan Gunung Sibayak yang diketahui memang sudah tidak aktif. Kalau ke Gunung Sinabung memang sudah tidak diizinkan untuk didaki, bahkan untuk datang ke radius 3 KM dari gunung pun sudah tidak diperbolehkan. Lain halnya dengan Gunung Sibayak, dimana gunung ini aman untuk didaki oleh penduduk ataupun wisatawan. Jadi di versi karo ini nantinya, gunung yang jadi tempat berbagai macam event terjadi ya di Gunung Sibayak. Entah itu event pacar-pacaran, event melamar ntah event apapun itulah.

5. Hotspringnya namanya Sidebuk-debuk
Di HMBTN kalau karakter utama kita sudah capek, bisa mandi di hotspring untuk memulihkan tenaga. Nah, kalau di versi Tanah Karo nya, hotspringnya namanya Sidebuk-debuk, sesuai dengan nama pemandian air panas yang ada di Tanah Karo. Disini nanti karakter utama bisa mandi juga, sambil pake belerang. Katanya kalo pake belerang, nanti kulit si karakter utama makin halus dan kalo ada penyakit kulitnya bisa sembuh. DI HMBTN kalo dicelup telor ke dalam, bisa jadi telor rebus. Kalo di versi Tanah Karo, jangan cobalah. Dicelup ke dalam, ntah udah jadi apa nanti rasanya.

 Yah, begitulah ledakan imajinasiku kali ini. Bagaimana, ledakannya dahsyat kan. :D Moga adalah yang bisa buat game ini, biar BPK bisa terendorse sampai keluar negeri :D

Okedokey, sampai jumpa di ledakan imajinasi berikutnya ya :)

sumber gambar : harvestmoonbacktonatureguide.com

Tips Mencari Ide Saat Membangun Aplikasi - Pengalaman Sebagai Programmer Bagian 7

Aku sering melakukan hal ini dan sering cukup membuat orang disekitarku heran. Mereka bertanya-tanya mengapa aku berkeliling-keliling dal...